Pernahkah anda mendapatkan murobbi yang bagus dalam menyampaikan materi tapi ketika membaca Al Quran belum lancar dan banyak salahnya? Bagaimana kesan anda terhadap murobbi yang seperti itu?
Jujur, saya pernah mengalaminya dan kesan yang timbul dalam hati saya sangat tidak nyaman mendapat murobbi seperti itu. Saya menceritakan hal ini ke murobbi saya sebelumnya, dan saya mendapatkan jawaban yang cukup menenangkan.
Intinya terletak pada husnuzhon, beliau adalah orang yang sudah lama berkiprah dalam dunia dakwah. Bisa jadi, lembaga tahsin pada masa itu belum sebanyak sekarang. Bisa jadi, karena sibuknya dalam berdakwah beliau belum sempat belajar membaca Al Quran secara tartil. Bisa jadi juga beliau belum lancar membaca Al Quran tetapi memiliki keistimewaan ibadah yang lain.
Saya memandang hal ini dari dua sisi, pertama dalam memandang orang lain seperti murobbi saya tersebut. Memandang beliau dengan kacamata husnuzhon, tanpa perlu mencela kekurangan yang beliau miliki. Tetap menghormati beliau sebagai seorang murobbi yang ikhlas dalam membina saya, karena kekurangan beliau bukan dari akhlak tapi keahlian/ilmu.
Yang kedua, dalam menjadikan koreksi diri pribadi saya sebagai murobbi. Untuk terus belajar memperbaiki diri dari segi ilmu, amal dan keikhlasan. Membaca Al Quran secara tartil merupakan keahlian wajib bagi seorang murobbi. Tanpa keahlian ini, para binaan bisa jadi meremehkan dan kurang bersimpati. Karenanya saya berangan-angan semua murobbi memiliki kemampuan membaca Al Quran secara tartil.
Ada juga seorang aktivis yang mencari pembenaran akan kelemahannya dalam tilawah satu juz per hari dengan mengatakan yang terpenting kita memahami apa yang kita baca, meskipun sedikit dan kurang lancar bacaannya.
Menurut saya, akan lebih baik jika kita mengakui kekurangan kita dalam tilawah, kemudian berusaha memperbaiki kekurangan itu daripada mencari pembenaran dengan segala macam dalih.
Memandang orang lain dengan husnuzhon itu wajib, tapi untuk memandang diri sendiri sebaiknya penuh dengan koreksi menuju perbaikan. Inilah keadilan dalam menilai sesuatu, jangan terbalik.
Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam meningkatkan kemampuan tilawah kurang lebih sebagai berikut:
-
Memahami pentingnya membaca Al Quran secara tartil. Imam Ibnu Al Jazari mengatakan, “Al Quran diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah saw melalui malaikat Jibril dengan tajwid. Maka barangsiapa membacanya tanpa tajwid, ia berdosa.”
-
Menghadirkan niat untuk memiliki kemampuan tilawah yang baik. Jika ada ustadz yang mengajarkan anda sekali-kali jalan ke mall untuk memperbaiki selera, mengkhayalkan punya rumah mewah dan pesawat jet pribadi, pernahkah anda jalan-jalan ke pesantren tahfizh melihat anak-anak kecil sedang mengulang-ulang hafalan At Taubah nya? Pernahkah anda berkhayal suatu hari nanti, tiga tahun lagi, lima tahun lagi anda sudah hafal surat Al Baqoroh?
-
Garbage In, Garbage Out. Apa yang masuk ke kepala anda, itulah yang akan keluar. Istilah itu tepat dianalogikan dengan Al Quran. Anda hafal surat Al Fatihah karena sudah ratusan kali mendengarkannya. Jika yang anda dengarkan panjang pendeknya salah, maka anda pun akan salah mengucapkannya. Itulah kenapa banyak orang sering tertukar menyebut maliki (dalam surat An Naas) dengan maaliki (dalam surat Al Faatihah). Maka, sering mendengarkan kaset murottal itu sangat baik untuk membiasakan otak anda dengan panjang pendek huruf Al Quran. Dengarkanlah kaset atau mp3 Syeikh Ali Basfar, Syeikh Musyari Rasyid, misalnya. Hal ini juga dapat membantu anda dalam menghafalkan Al Quran.
-
Memiliki target dan waktu tilawah khusus. Luangkan waktu sejam dari 24 jam dalam sehari (yang diberikan Allah kepada anda) untuk tilawah, misalnya ba’da shubuh 15 menit, ba’da zuhur 15 menit, ba’da Ashr 15 menit, dan ba’da maghrib 15 menit.
-
Belajar di Lembaga Tahsin. Luangkan waktu sepekan sekali untuk belajar tahsinul quran. Carilah lembaga-lembaga tahsin terdekat. Kalau di Jakarta misalnya, ada Al Hikmah, Al Manar, Utsmani dan ada juga Muntada Ahlil Quran.
-
Membuat program kelompok. Belajar berjamaah lebih baik dibanding belajar sendirian, jika suatu saat anda kurang semangat, ada teman yang menyemangati. Buatlah program halaqoh tahsin Al Quran, bisa juga mengundang guru tahsin untuk khusus mengajarkan kelompok anda secara rutin sepekan atau dua pekan sekali.
-
Jangan lupa berdoa pada Allah, meminta diberi kemudahan dan kenikmatan dalam tilawah secara tartil, dijadikan hamba Allah yang termasuk keluarga Nya dan orang-orang yang diistimewakan oleh Nya.
Semoga Allah memberi kemudahan untuk saya dan juga anda dalam mempelajari Al Quran, membacanya, memahaminya, mengamalkannya, dan mengajarkannya pada orang lain.
Aamiin
Wallohu a’lam
Baca juga artikel dibawah ini:- Tujuh Kiat Tilawah Satu Juz Sehari
- Membangun Kebiasaan Tilawah Satu Juz Sehari
- Menjadi Manusia Pembelajar Seumur Hidup
- Ngeblog dapat Pahala
- Anda pun Bisa Berdakwah

November 24th, 2009
Rama
Posted in
Tags: 