Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun…
Sering kita mengucapkan kalimat tersebut tatkala kita mendapat musibah atau ketika mendengar berita duka. Dengan kalimat istirja ini, kita menegaskan kepada diri kita sendiri untuk menguatkan keyakinan bahwa kita berasal (diciptakan) dari Allah, dan sudah pasti kita pun akan kembali kepada Nya.
Datangnya musibah di dunia ini adalah suatu kepastian, karena dunia adalah tempatnya ujian. Dan setiap orang pasti memiliki ujiannya masing-masing. Jika kita yakin Allah yang menciptakan kita, maka yakinlah bahwa musibah yang kita hadapi Allah juga yang menciptakan. Dan Allah juga yang mengetahui jalan keluar dari permasalahan tersebut.
Manusia akan belajar dari kesulitan yang dihadapinya, semakin tajam pemikirannya, semakin kuat jiwanya, ia akan semakin bijak, semakin mengenal Robb nya. Musibah yang menimpa akan semakin memperkuat dirinya. Musibah adalah salah satu cara Allah mendidik hamba-hamba Nya. Ada yang cerita menarik dari teman saya mengenai musibah, berikut cuplikannya.
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue,dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dan dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja, I love your cake.”
“Nih, cicipi mentega ini,”kata ibunya menawarkan.
“Yaiks,” ujar anaknya.
“Bagaimana dengan telur mentah?”
“You’re kidding me, Mom.”
“Mau coba tepung terigu atau baking soda?”
“Astaga…Mom,semua itu menjijikkan.”
Lalu ibunya menjawab, “Ya,semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.”
Dengan meyakini bahwa musibah adalah cara Allah mendidik kita, maka sudah sepantasnya kita ridho atas apa-apa yang menjadi ketentuan Allah. Sungguh Allah tidak pernah zalim kepada hamba-Nya.
Keterbatasan diri kita dalam mengambil hikmah dalam tiap kejadian, terkadang membawa kita pada kesimpulan yang salah. Mungkin menyalahkan Allah atas musibah yang tak henti-henti menimpa, atau prasangka buruk kepada orang lain yang terkena musibah.
Hikmah diberikan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Bahkan Nabi Musa a.s tidak memahami maksud Nabi Khidir a.s sampai diterangkan hikmah dari perbuatannya yang ganjil.
Yang paling pantas kita lakukan adalah menyerahkan semuanya kepada Allah, karena kita akan kembali kepada Nya, dan kepada Nya pula semua urusan akan kembali.
Mengutip syair sebuah lagu,
Serahkanlah hidup dan matimu
Serahkan pada Allah semata
Serahkan duka gembiramu
Agar damai senantiasa hatimu
Semoga bermanfaat
Wallohu a’lam
Baca juga artikel dibawah ini:- Temukan dan Kembangkan Potensi Diri Anda
- Memperbaharui Iman Kepada Allah
- Hukum Sebab Akibat
- Mengapa Menahan Bersin Berbahaya
- Menjadi Manusia Pembelajar Seumur Hidup

December 27th, 2009
Rama
Posted in
Tags: 
[...] This post was mentioned on Twitter by Komunitas Muslimblog, Komunitas Muslimblog. Komunitas Muslimblog said: Musibah adalah Rahmat dari Allah: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun… Sering kita mengucapkan kalimat te.. http://bit.ly/5vlohq [...]
Dan beritakan kepada orang2 yang sabar, yaitu apabila ditimpa musibah mengucapkan Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.
Dibalik ujian pasti tersimpan hikmah, hanya saja hikmah itu perlu direnungi..
innalillahi wa inna ilaihi roji’uun
Yap..
hanya orang-orang yang berpikir yang bisa mengambil pelajaran.