Hukum Sebab Akibat

MurobbiSukses.com- Akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan buku-buku tentang pengembangan diri. Anda pernah menyaksikan film The Secret? Kira-kira hampir semua buku self help mengungkapkan rahasia yang sama, bahwa semuanya dimulai dari pikiran Anda sendiri.

Dalam Islam pun ada hadits qudsi yang mengatakan bahwa Allah sesuai dengan persangkaan hamba Nya. Jika kita selalu berpikir positif, husnu zhon kepada Allah yang mengatur skenario hidup kita, maka hidup ini akan terasa indah dan nyaman.

Arvan Pradiansyah dalam bukunya The 7 Laws of Happiness juga menyatakan bahwa kunci kebahagiaan adalah dengan menjaga pikiran. Akhlak mulia merupakan akibat dari pikiran yang juga mulia. Jika seseorang berpikir optimis, maka segala macam hambatan akan semakin menguatkan jiwanya. Dan ia akan semakin yakin bahwa musibah itu adalah cara Allah mendidik hamba Nya.

Kesuksesan hanyalah Akibat

Kesuksesan bukanlah keberuntungan semata. Sesuatu terjadi karena ada sebab, dan kesuksesan merupakan sebuah akibat dari tindakan-tindakan yang Anda lakukan. Dan tindakan-tindakan Anda adalah cerminan dari pikiran-pikiran Anda.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah membayangkan dengan jelas dalam benak Anda apa yang benar-benar Anda inginkan. Semakin jelas bayangan itu, semakin kuat keinginan Anda untuk mencapainya, semakin mudah pula jalan yang akan Anda lalui.

Prinsip terpenting dalam kesuksesan adalah Anda akan menjadi apa yang Anda pikirkan. Masalahnya bukan terletak pada lingkungan yang Anda hadapi, tetapi bagaimana Anda menyikapi masalah itu dengan pikiran yang jernih.

Sayangnya, kita tidak menggunakan prinsip ini dalam mengembangkan kekayaan dan kesuksesan spiritual kita. Jika kita mengetahui ada orang yang dengan ikhlasnya membangun mesjid dengan biaya sendiri, atau ada orang yang dalam waktu singkat behasil hafal sekian ayat, sekian juz. Kita mungkin hanya berkata, “Ya, dia mampu.” selesai.

Apakah tidak mungkin seandainya kita berpikir, “Jika dia bisa, saya juga pasti bisa, saya juga ingin beramal seperti yang dia lakukan.”

Jika kita melihat banyak orang-orang yang berhasil dan mencapai kesuksesan, saya yakin mereka dulunya hanya bermimpi, dan mimpi itu hanya ada dalam pikiran mereka, hingga akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan.

Pilihan Anda, Kehidupan Anda

Anda selalu bebas untuk memilih. Tidak ada yang memaksa Anda bagaimana harus berpikir, merasakan dan bertindak seperti apa. Semuanya Anda yang menentukan. Allah telah memberi ilham kepada Anda dua jalan, fujur dan takwa. Selebihnya tinggal Anda yang memilih. Anda memilih bagaimana berpikir dan mengambil respon dari dua jalan yang ditunjukkan Nya.

Maka tidak ada yang bertanggung jawab atas kehidupan Anda selain Anda sendiri. Hanya para pecundang yang selalu menyalahkan keadaan, mencari kambing hitam atas setiap permasalahan yang ia hadapi.

Ketika saya mengajak teman-teman saya untuk tilawah satu juz sehari, ada yang mencari-cari alasan untuk menutupi kekurangannya dalam tilawah. Alangkah indah jika kita mau mengakui kekurangan diri dan berusaha mencapainya, meskipun hanya baru sebatas mimpi.

Kebiasaan tilawah satu juz sehari hanyalah merupakan akibat, dan itu bisa dipelajari. Demikian juga dengan ibadah yang lain, sholat Tahajjud, shaum sunnah, bahkan untuk pergi haji sekalipun saat ini kita tidak memiliki uang sepeser pun.

Menghadirkan Niat

Ada cerita menarik dari Ust Rahmat Abdullah, rohimahuLlah. Di suatu mesjid ada seorang Bapak tua yang mengabdikan dirinya menjadi pengurus mesjid. Suatu hari seorang pengusaha mampir dan sholat di sana, rupanya ia sudah sering singgah untuk sholat dan sering memperhatikan Bapak tua itu.

Karena tertarik, sang pengusaha menyapa dan berbincang-bincang dengannya. Mereka bercakap-cakap sehingga akhirnya Sang Pengusaha bertanya, “Bapak siap pergi haji tahun ini?”

“Dari mana uangnya Pak?”

“Saya gak tanya uangnya dari mana, saya hanya tanya Bapak siap gak pergi haji tahun ini?”

“Kalau niat sih saya sudah siap Pak, dari dulu juga saya sudah pasang niat.”

“Nah… mungkin niat itu diijabah Allah, Pak. Jadi Bapak berangkat ya.”

“Tapi duitnya?”

“Tenang Pak, masalah biaya saya yang yang tanggung, nanti semua saya yang urus.”

Tidak otomatis semua orang yang kaya bisa pergi haji, dan tidak otomatis orang yang tidak punya duit tidak bisa pergi ke sana. Semuanya berawal dari niat, dari hati dan pikiran tentang apa yang kita inginkan. Akibat adalah urusan Allah.

Semua yang kita capai merupakan paduan dari ikhtiar kita dan izin dari Allah. Yang bisa kita kendalikan adalah usaha kita, yang dimulai dari pikiran dan cara berpikir kita. Bagaimana dengan izin Allah?

Tetap husnu zhon dan yakin bahwa Allah tidak pernah berbuat zalim. Jika keinginan Anda belum tercapai sampai hari ini, yakinlah bahwa Allah belum memberi apa yang Anda inginkan bukan karena pelit, tapi Ia lebih mengetahui apa yang Anda butuhkan dan pasti akan memberikan yang terbaik untuk Anda.

Wallohu a’lam

Baca juga artikel dibawah ini:lowongan kerja di rumah
You can leave a response, or trackback from your own site.

14 Responses to “Hukum Sebab Akibat”

  1. akhnurhadi says:

    bener bener klik ma postingan ane yang baru
    apa mang ada klik juga ya hati kita
    akhi, kalo ane bloeh tahu profil antum
    gimana caranya?

  2. Rama says:

    Maksudnya profil ane gimana akh?
    blum mudeng nih.. :)

  3. Sangat mencerahkan dan menggerakkan. Menempa semangat. Trims banget, Mas… :)

  4. A9YnD1LV3R says:

    Sama seperti ini mas, Sikap Lebih Penting Daripada Fakta. Sikap juga termasuk (niat, tingkah laku positif dan hal-hal positif lainnya). Contoh diatas membuktikan perlunya keoptimisan kepada sang Khalik sehingga hidup menjadi lebih menyenangkan.

  5. bo13ok says:

    Bacaan penggugah semangat dan menyejukkan hati yang sedang sumpek ini :)

  6. artikel sebagai renungan bersama…

  7. Rinie says:

    Postingan yang me refresh otak saia…hhuuuhuu

  8. rizaldp says:

    Apa yang kita tuai adalah apa yg kita tanam, benar2 buah pikiran yg bagus akan menghasilkan karya2 yg bagus.. Thx mas rama sudah mengingatkan.

    Sama spt akhnurhadi, boleh tau profil antum?

  9. kelirirenk says:

    Niat adalah pelajaran pertama sebelum mengerjakan sesuatu.
    Walau tidak sempat terlaksana, sudah mendapat hitungan tersendiri…
    Dengan niat baik akan berbeda jika diawali dengan niat tidak baik.

  10. kunjungan pagi…langsung dapat artikel bagus..mencerahkan sekaligus memberikan semangat..makasih

  11. ediwicak says:

    salam kenal….maksh infonya

  12. hanif IM says:

    setuju2, berawal dari niat untuk melakukan hal baik berdasarkan amal ibadah, semua jika diperkenankan, insya allah dapat terjadi. salam kenal.

  13. Pilihan, Niat, dan Kesuksesan. Hmm… salam super mas :)

  14. bayu says:

    apdet mas…

Leave a Reply

Powered by WordPress | Buy Free Cell Phones at Bestincellphones.com. | Thanks to CD, Savings Account and Fat burning Furnace