Menjadi Manusia Pembelajar Seumur Hidup

MurobbiSukses.com- Jika kita mempelajari orang-orang sukses, kita akan menemukan bahwa mereka memiliki satu rahasia yang sama, yaitu belajar. Mereka adalah orang-orang yang berkomitmen untuk terus belajar, tidak merasa cukup dengan apa yang diketahuinya, semakin dalam mereka belajar, mereka akan semakin menyadari betapa sedikitnya ilmu yang mereka miliki.

Karenanya, sangat penting untuk menanamkan semangat belajar terus menerus pada diri kita masing-masing. Dari hari ke hari, kita harus semakin memperkaya diri kita dengan kekayaan ruhani, yaitu ilmu. Dengan semangat belajar itulah kita bisa memperoleh ilmu dan terus meningkatkan ilmu yang kita miliki.

Banyak orang diajarkan untuk bermimpi menjadi kaya, memiliki rumah megah, kendaraan mewah, ataupun kemandirian secara finansial. Tapi jarang yang mengajarkan kita untuk bermimpi menjadi kaya secara ruhani, kaya akan ilmu pengetahuan. Padahal kunci untuk menjadi kaya baik secara duniawi maupun ukhrowi adalah dengan ilmu.

Pentingnya peningkatan ilmu terus menerus dalam kehidupan kita didukung oleh dalil-dalil sebagai berikut:

1. Dan katakanlah, “Ya Robbi, tambahkanlah aku ilmu.” (QS: 20: 114)

Perhatikanlah bagaimana Rasulullah saw yang sudah ‘alim dan cinta ilmu masih diperintahkan oleh Allah untuk meminta tambahan ilmu. Dan dalam Al Quran, tidak ada perintah untuk meminta tambahan kecuali ilmu.

2. Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim

Hadits ini sudah saya bahas dalam artikel sebelumnya.

3. Al-Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan: “Sesungguhnya aku menuntut ilmu sampai aku masuk kubur.”

Perkataan Beliau  menegaskan bahwa masa belajar adalah seumur hidup. Tidak terbatas pada gelar kesarjanaan, tetapi terus menerus kita harus belajar selama nafas masih dikandung badan.

4. Silahkan dicari sendiri dalil-dalil yang lain, :)

Hidup ini adalah sebuah kesempatan, dan kita sendiri yang menentukan bagaimana menggunakan kesempatan yang ada. Untuk apa kita pergunakan waktu yang ada? Apakah kita akan memaksimalkan potensi diri yang telah Allah berikan? semuanya terserah kita.

Seperti halnya otot yang akan kuat dan berkembang jika dilatih dan digunakan, otak kita pun demikian. Rata-rata manusia menggunakan potensi otaknya 5% saja, kemana yang 95%? Jawabannya tidak terpakai sampai mereka mati.

Sayang sekali bukan, otak yang Allah karuniakan kepada kita tidak terpakai sepenuhnya. Padahal kita ini pasti lebih cerdas dari apa yang selama ini kita duga, seandainya kita gunakan potensi otak kita semaksimal mungkin.

Ada beberapa cara bagaimana menjadi manusia pembelajar seumur hidup, di antaranya:

1. Membaca.

Luangkanlah sedikit waktu dalam kehidupan Anda untuk membaca. Jika Anda meluangkan waktu selama 30 sampai 60 menit sehari untuk membaca, sama dengan membaca satu buku selama sepekan. Lima puluh buku selama satu tahun. Anda akan menjadi orang yang berilmu dan ahli dalam bidang Anda.

2. Mendengar radio atau kaset pendidikan, motivasi atau ceramah

Terkadang ada waktu yang terbuang tidak dioptimalkan. Misalnya, pada saat berangkat dan pulang dari kantor. Jika naik mobil pribadi atau angkutan umum, Anda bisa mendengarkan rekaman ceramah, materi pendidikan ataupun motivasi. Dengan begitu, pikiran Anda akan terjaga dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

3. Mengikuti kajian, kursus, seminar atau pelatihan yang berhubungan dengan minat Anda.

Setelah membaca dan mendengar, pendidikan informal yang dapat menambah keahlian Anda adalah suatu pilihan tepat. Anda akan menjadi orang yang berpendidikan dan memiliki jaringan yang luas dari pertemuan di ruang kelas. Kecerdasan interpersonal Anda akan semakin terasah dengan banyak bergaul dengan orang-orang yang juga haus ilmu.

Mari kita ambil keputusan bagi diri kita untuk berkomitmen menjadi manusia pembelajar seumur hidup. Jika kita konsisten untuk terus menerus melakukan perbaikan diri, pasti nanti kita akan tercengang pada perubahan diri kita yang semakin bertambah bijak dan tenang dalam menghadapi kehidupan.

Semoga bermanfaat.

Wallohu a’lam

Baca juga artikel dibawah ini:lowongan kerja di rumah
You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “Menjadi Manusia Pembelajar Seumur Hidup”

  1. akhnurhadi says:

    assalamu’alaykum…
    wah, template baru ni ya Akh..
    jadi semakin seger liatnya..

    BTW, pelajaan bahasa arabnya sangat bermanfaat…
    juga artikel2 pengembangan dirinya…

  2. how to ollie says:

    Good post… I’m always on the lookout for good blogs.

  3. Pada dasarnya kita memang disuruh untuk membaca – memahami – dan mengamalkan. Jadi perlu juga merutinkan membaca da menambah wawasan seperti metode yang disampaikan..
    Saya sebagai blogger yang gembloeng tentu perlu tips ini.. he..he

  4. Rama says:

    betul sekali, membaca – memahami – mengamalkan,
    supaya banyak ilmu, banyak tahu, banyak amal..
    trima kasih sudah mampir ke sini,
    sering2 ya silaturahim.. :)

  5. sangsaka says:

    hehehe… saya juga pengen menjadi manusia pembelajar seumur hidup… lumayan, sekarang udah mulai seneng baca… tapi kalo bukunya ketebelan kadang males… apalagi kalo bahasa yg dipake terlalu formil – saya suka bingung sendiri kalo bahasanya terlalu formil :lol:

  6. Rama says:

    hehe… bacanya jangan banyak-banyak mas,
    satu halaman aja, kalau dah habis,
    baru beralih ke halaman berikutnya.. :)

  7. I have skimmed through with my lifetime and made it. Now I have a message I want to send. We just possess 1 body. We acknowledge that. My message is to do the best you can with it because life doesn?t grant you second chances and maintain an open mind. My number 1 fitness dream is to help these people to get off their butts and be active. Life happens and strokes come about more frequently, because people don?t move and things clog up, but the same reason of unneeded weightiness not allowing things to move as is still a number 1 cause. Do yourself a favour people. Run now. Every Last opportunity you capture until you get to bed. Why? It keeps the motor operating!

Leave a Reply

Powered by WordPress | Buy Free Cell Phones at Bestincellphones.com. | Thanks to CD, Savings Account and Fat burning Furnace