MurobbiSukses.com – Dari 114 surat yang ada di Quran, surat mana yang paling berkesan untuk Anda waktu kecil? Sebelum Anda menjawab, silahkan dipikir dan dibayangkan kembali masa-masa kecil dahulu. ![]()
(Jawaban tiap orang biasanya berbeda tergantung pengalaman hidupnya masing-masing)
Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, sebelum pulang sekolah kami biasa berdoa. Dan di dalam doa tersebut selalu dibacakan surat Al Ashr. Semangat rasanya membaca surat yang membahas tentang waktu, karena sudah waktunya kembali ke rumah.
Dan biasanya surat ini juga jadi surat favorit yang dibaca ketika sholat karena cuma tiga ayat, hehehe..
Imam Syafii sendiri memiliki penilaian istimewa terhadap surat ini. Meskipun hanya tiga ayat, tapi maknanya begitu dalam. Allah bersumpah dengan waktu, demi masa! Jika Allah bersumpah dengan makhluknya, itu berarti sesuatu itu memiliki keistimewaan tersendiri yang unik.
Semahal-mahalnya syurga, Allah masih menjualnya kepada kita dengan jiwa dan raga kita. Tapi Allah tidak menjual waktu, tidak ada waktu yang dimundurkan sedikit pun. Bahkan meminta waktu untuk dihidupkan kembali ke dunia pun tidak dikabulkan. Betapa mahal dan berharganya waktu.
Time is money kata orang barat. Itu terlalu murah karena hakekatnya waktu adalah kehidupan itu sendiri. Dan waktu yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, ada yang sampai 60 tahun, ada yang 40 tahun, kita sama sekali tidak mengetahui sampai kapan waktu dan kesempatan hidup ini diberikan pada kita.
Hidup bukanlah bilangan usia tetapi bilangan prestasi. Bukan pada berapa lamanya kita hidup di dunia ini, tapi seberapa besar manfaat dan nilai kita di hadapan Allah nanti. Karenanya sungguh merugi orang-orang yang berumur panjang, tapi waktunya hanya digunakan untuk hal yang sia-sia.
Allah bersumpah dengan waktu bahwa semua manusia berada dalam kerugian kecuali :
1. Orang yang beriman
Iman berarti membenarkan dengan seyakin-yakinnya dalam hati dan pikiran, diucapkan oleh lisan (perkataan), dan dibuktikan oleh perbuatan. Orang yang tidak beriman kepada Allah, maka amalnya tidak bernilai di hadapan Allah. Balasan dari kebaikannya telah dibayar lunas saat di dunia, maka ia tidak mendapatkan apa-apa di akhirat kelak.
2. Orang yang beramal shaleh
Nilai-nilai iman yang ada dalam diri seseorang nampak dalam kata dan perbuatannya. Karenanya kita bisa menilai tingkat keimanan kita kepada Allah dengan memperhatikan apa yang kita katakan dan lakukan sepanjang hari ini.
Orang-orang yang merugi akan berkata pada hari kiamat, “Duhai, seandainya aku mempersiapkan bekal untuk hidupku ini.”
3. Orang yang saling menasehati dalam kebenaran
Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, dan diantaranya adalah ilmu yang bermanfaat. Orang yang saling menasehati dalam kebenaran berarti ia menyebarkan ilmu yang bermanfaat yang pahalanya akan terus mengalir meski ia telah wafat.
Sungguh beruntung jika kita bisa saling memberikan nasehat dalam kebenaran setiap hari. Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, kita bisa memanfaatkan berbagai sarana seperti blog, facebook dan lainnya untuk investasi amal kita.
4. Orang yang saling menasehati dalam kesabaran.
Jalan dakwah itu terjal dan menanjak, banyak rintangan dan hambatan. Maka tidak ada yang bisa melewatinya kecuali dengan kesabaran. Kesabaran adalah hal yang harus dimiliki oleh setiap dai.
Tanpa kesabaran seorang dai akan mudah putus asa, ngambek, mutung dan akhirnya berhenti dalam aktivitas dakwah. Alangkah ruginya jika kita menghentikan aktivitas yang menghasilkan kebaikan yang banyak karena kurangnya kesabaran.
Semoga kita bisa menjadi orang yang selalu menghargai waktu yang Allah berikan.
Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi.
Semoga bermanfaat
Wallohu a’lam
- Mewiridkan Al Quran Setiap Hari
- Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Quran secara Tartil
- Memohon Pertolongan Allah
- Akhlak terhadap Sesama Muslim
- Melestarikan Semangat Silaturahmi

February 9th, 2010
Rama
Posted in
Tags: 
Setuju.. Allah bersumpah demi waktu, sesuatu yang paling berharga. Jika barat menyebut “Time is money” seolah waktu bisa dibeli dengan uang, tapi sebutlah “Waktu adalah pedang” jika tidak dimanfaatkan, maka ia (waktu)yg akan menebasmu..
salam sobat
setuju juga mas,,hidup kita harus bermanfaat yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan ALLAH SWT,,kelak.
(maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
Setuju tentang al ashr. Tapi tentang surat dalam al Qur’an salah satu yang masih bikin saya malu adalah sewaktu MI disuruh menghafalkan surat al lahab di depan kelas. Gak tahu kenapa jadinya kebolak-balik dan gak bisa ‘finish’. Akhirnya seisi kelas tertawa semua.
(maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
bTW, Terima kasih. Tulisan ini sangat mencerahkan hati kita.
Terima kasih mas, sangat membantu saya menambah ilmu baru.
Disamping surat ini, Al-Insyirah (Alam Nasyrah) juga favorit saya. Isi keduanya, dalam batas pemahaman saya, seperti sebuah tenaga yang tak pernah habis, optimisme…
iya pinginya sich lebih baik dari hari ke hari karena jika sama kan termasuk orang yang merugi
berkunjung dan diitunggu kunjungan baliknya terima kasih
Assalamu’alaikum, Dalam Al-Qur’an Surah Al-Ashr (103) ayat 1-3, Allah SWT berfirman yang artinya sebagai berikut::
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (Dewi Yana)