<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Murobbi Sukses . com &#187; Dakwah</title>
	<atom:link href="http://murobbisukses.com/category/dakwah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://murobbisukses.com</link>
	<description>Membangun Kepribadian Islami</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Aug 2010 03:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dai adalah Pemimpin</title>
		<link>http://murobbisukses.com/dai-adalah-pemimpin/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/dai-adalah-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 08:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hambatan dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[The Secret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[MurobbiSukses.com -  Subhanallah&#8230; ternyata dengan adanya internet, akses informasi menjadi tidak terbatas. Kita bisa mendapatkan informasi apa saja yang kita inginkan, asal tahu caranya. Dan akhir-akhir ini saya jadi suka mendownload berbagai ebook yang berkualitas. Buku-buku elektronik tentang pengembangan diri, writing-skills, dan bagaimana cara belajar.
Kalau Anda sedang mencari ebook gratis yang bertemakan apa saja yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MurobbiSukses.com -  Subhanallah&#8230; ternyata dengan adanya internet, akses informasi menjadi tidak terbatas. Kita bisa mendapatkan informasi apa saja yang kita inginkan, <strong>asal tahu caranya.</strong> Dan akhir-akhir ini saya jadi suka mendownload berbagai ebook yang berkualitas. Buku-buku elektronik tentang <a href="http://murobbisukses.com/category/pengembangan-diri/" target="_blank">pengembangan diri</a>, writing-skills, dan bagaimana cara belajar.</p>
<p>Kalau Anda sedang mencari ebook gratis yang bertemakan apa saja yang Anda sukai, tapi Anda tidak tahu di mana mendownloadnya&#8230;</p>
<p>Silahkan hubungi saya, insya Allah saya bantu.. <img src='http://murobbisukses.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oke, pada tulisan ini saya ingin mengutip kata-kata Dwight D. Eisenhower :</p>
<p align="center"><strong><em>“Leadership is the art of getting someone else to do something you want done</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>because he wants to do it. “</em></strong></p>
<p><span id="more-348"></span></p>
<p>Berbicara tentang kepemimpinan, kira-kira begitulah definisi yang diberikan Einshower. Seorang pemimpin bukan terletak pada jabatannya, tetapi pada pengaruhnya. Berbicara tentang pengaruh, maka ketaatan seorang jundi (bawahan) kepada qiyadahnya (pemimpin) sangat tergantung pada tingkat tsiqoh (kepercayaan)  yang dimilikinya.</p>
<p><strong>Bagaimana seorang jundi bisa memiliki ketsiqohan yang luar biasa?</strong></p>
<p>Jawabannya adalah karena ia sudah terpengaruh oleh qiyadahnya.</p>
<p>Dan itu memerlukan waktu yang lama. Ketsiqohan itu butuh proses. Sehingga ia benar-benar mengenal qiyadahnya luar dalam, sampai akhirnya ia benar-benar taat dan percaya apa yang dikatakan sang qiyadah.</p>
<p>Sebenarnya, tidak ada seorangpun yang bisa mempengaruhi orang lain. Tidak ada seorangpun yang bisa memotivasi orang lain. Yang bisa kita lakukan adalah membangkitkan motivasi mereka sendiri. Kita hanya mampu memberikan mereka inspirasi untuk bergerak, selebihnya mereka sendiri yang akan memotivasi dirinya masing-masing.</p>
<p>Membangkitkan motivasi orang lain (bukan memotivasi mereka) tentunya harus dengan cara yang lembut. Dalam buku Fiqh Dakwah dijelaskan beberapa tahapan tersebut:</p>
<ol>
<li><strong>Taalluf,</strong> menyatukan hati,<a href="http://ziddu.com/download/5113490/AbbasAs-Siisi-BagaimanaMenyentuhHati.pdf" target="_blank"> bagaimana menyentuh hati objek dakwah</a>.</li>
<li><strong>Ta’aruf</strong>, mengenalkan siapa diri kita, memperkenalkan apa yang kita bawa.</li>
<li><strong>Takalluf,</strong> menginspirasikan mereka untuk sama-sama berbuat untuk dakwah</li>
</ol>
<p>Bagaimana menyatukan hati itu dilakukan pertama kali, sehingga objek dakwah akan terpesona dengan akhlak mulia yang terpancar dari perilaku sang dai, bukan ucapan, ceramah atau khutbah yang disampaikannya.</p>
<p>Setelah hati objek dakwah mulai terikat, diperkenakanlah ia dengan <a href="http://murobbisukses.com/category/dasar-dasar-keislaman/" target="_blank">nilai-nilai keislaman</a> yang lain. Hatinya akan mudah untuk menerima kebenaran karena hatinya sudah terikat. Barulah setelah menerima kebenaran tersebut ia sanggup untuk merasakan kebutuhan akan dakwah.</p>
<p>Alangkah indah jika setiap dai bisa berdakwah dengan lemah lembut. Menjadi seorang <a href="http://murobbisukses.com/2009/12/menjadi-murobbi-sukses/" target="_blank">leader</a> yang membangkitkan motivasi binaannya untuk sama-sama bergerak dengan cara yang baik seperti yang dicontohkan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Wallohu a’lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/dai-adalah-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog dapat Pahala</title>
		<link>http://murobbisukses.com/ngeblog-dapat-pahala/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/ngeblog-dapat-pahala/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 09:09:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[MurobbiSukses.com &#8211; Mana yang lebih Anda sukai, berbicara atau menulis??
Seperti yang telah saya singgung pada artikel sebelumnya, ilmu yang bermanfaat merupakan investasi yang pahalanya akan terus mengalir meskipun kita telah tiada. Apalagi jika Anda adalah pelopor pertama dalam suatu kebaikan, yang membuat orang lain mencontoh Anda. Akan ada banyak sekali pahala yang akan Anda dapatkan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MurobbiSukses.com &#8211; Mana yang lebih Anda sukai, berbicara atau menulis??</p>
<p>Seperti yang telah saya singgung pada <a href="http://murobbisukses.com/2009/12/menjadi-murobbi-sukses/" target="_blank">artikel sebelumnya</a>, ilmu yang bermanfaat merupakan investasi yang pahalanya akan terus mengalir meskipun kita telah tiada. Apalagi jika Anda adalah pelopor pertama dalam suatu kebaikan, yang membuat orang lain mencontoh Anda. Akan ada banyak sekali pahala yang akan Anda dapatkan, mirip seperti bonus mlm.</p>
<p>Siapa sih yang gak mau mendapat <strong>“residual pahala”</strong>?</p>
<p>Salah satu caranya seperti yang saya sebutkan di atas, dengan menyebarkan <a href="http://murobbisukses.com/2010/01/menggapai-ilmu-yang-paling-utama/" target="_blank">ilmu yang bermanfaat</a>. Anda bisa mengajar anak-anak kecil belajar membaca Al Quran (Iqro), memegang kelompok binaan (halaqoh), atau menyerukan amar ma’ruf nahi munkar dengan tulisan.<span id="more-324"></span></p>
<p>Sebagai seorang pemikir mendalam, saya lebih cenderung menyukai menulis dibandingkan berbicara. Entah kenapa, rasanya lebih enak berkomunikasi dan mengekspresikan diri dalam bentuk tulisan. Akhirnya, menulis menjadi sebuah kebutuhan dan sarana untuk amar ma’ruf nahi munkar. Karena setiap muslim adalah penyeru kebaikan, dan kita harus memulai dari apa yang kita bisa.</p>
<p>Imam Ibnu Al Jauzi dalam Shoidul Khothir menjelaskan beberapa keutamaan dari berdakwah dengan tulisan. Beliau adalah seorang ulama yang sangat produktif dalam menulis buku. Dan luar biasanya, buku-bukunya masih tetap ada sampai saat ini. Padahal beliau hidup pada tahun 508 – 597 H.</p>
<p>Itulah salah satu keutamaan dari berdakwah dengan tulisan. Jika Anda berbicara, maka orang yang Anda ajak bicara memiliki kemungkinan untuk lupa. Dan pendengarnya pun terbatas pada orang-orang yang berada saat itu saja.  Tapi jika Anda menulis, tulisan Anda akan tetap bisa dibaca oleh siapa saja yang bisa mengaksesnya sampai waktu yang tidak bisa Anda perkirakan.</p>
<p><strong>Menulis, menulis dan menulis&#8230;</strong></p>
<p>Di era internet seperti sekarang ini, menulis dan mempublikasikan tulisan menjadi sangat mudah. Dengan adanya blog, Anda bisa menjadi <a href="http://www.webmerdeka.com/amember/go.php?r=286&amp;i=l1" target="_blank">seorang penulis</a> yang bebas untuk menerbitkan tulisan Anda sendiri. Tanpa perlu takut ditolak oleh penerbit, takut tidak dibaca, dan lain sebagainya. Anda bebas mengekspreksikan perasaan dan pikiran Anda dengan blog.</p>
<p><strong>Sudahkah Anda nge-blog?</strong></p>
<p>Hehehe&#8230; Kalau belum, silahkan bikin blog dan isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Pastikan Anda mengambil peluang mendapatkan<strong> “residual pahala”</strong>. Dengan nge-blog, Anda akan menjadi orang yang cerdas dan semakin terlatih untuk menulis. Learning by doing&#8230;</p>
<p>Ada orang yang mengatakan  “Seorang Blogger pasti orang yang cerdas, tapi tidak semua orang yang cerdas itu nge-blog.”</p>
<p>Selain itu, Anda juga bisa menjadikan blog Anda sebagai <a href="http://murobbisukses.com/uangpanas/" target="_blank">sumber uang</a>, tapi ingat&#8230; Jangan pernah <a href="http://murobbisukses.com/ebook-satu-juta-rupiah" target="_blank">nge-blog hanya untuk uang</a>. Itu hanyalah efek samping dari nge-blog, nikmati saja prosesnya.</p>
<p>Kalau Anda sudah nge-blog, sering-sering main ke mari ya.. <img src='http://murobbisukses.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jangan lupa tinggalkan jejak di bawah ini, supaya bisa saling silaturahim.</p>
<p>Terima kasih, semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/ngeblog-dapat-pahala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sampai Jadi Orang yang Rugi</title>
		<link>http://murobbisukses.com/jangan-sampai-jadi-orang-yang-rugi/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/jangan-sampai-jadi-orang-yang-rugi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 04:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[Iman kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[MurobbiSukses.com &#8211; Dari 114 surat yang ada di Quran, surat mana yang paling berkesan untuk Anda waktu kecil? Sebelum Anda menjawab, silahkan dipikir dan dibayangkan kembali masa-masa kecil dahulu. 
(Jawaban tiap orang biasanya berbeda tergantung pengalaman hidupnya masing-masing)
Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, sebelum pulang sekolah kami biasa berdoa. Dan di dalam doa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MurobbiSukses.com &#8211; Dari 114 surat yang ada di Quran, surat mana yang paling berkesan untuk Anda waktu kecil? Sebelum Anda menjawab, silahkan dipikir dan dibayangkan kembali masa-masa kecil dahulu. <img src='http://murobbisukses.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
(Jawaban tiap orang biasanya berbeda tergantung pengalaman hidupnya masing-masing)</p>
<p>Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, sebelum pulang sekolah kami biasa berdoa. Dan di dalam doa tersebut selalu dibacakan surat Al Ashr. Semangat rasanya membaca surat yang membahas tentang waktu, karena sudah waktunya kembali ke rumah.</p>
<p>Dan biasanya surat ini juga jadi surat favorit yang dibaca ketika sholat karena cuma tiga ayat, hehehe.. <span id="more-302"></span></p>
<p>Imam Syafii sendiri memiliki penilaian istimewa terhadap surat ini. Meskipun hanya tiga ayat, tapi maknanya begitu dalam. Allah bersumpah dengan waktu, demi masa! Jika Allah bersumpah dengan makhluknya, itu berarti sesuatu itu memiliki keistimewaan tersendiri yang unik.</p>
<p>Semahal-mahalnya syurga, Allah masih menjualnya kepada kita dengan jiwa dan raga kita. Tapi Allah tidak menjual waktu, tidak ada waktu yang dimundurkan sedikit pun. Bahkan meminta waktu untuk dihidupkan kembali ke dunia pun tidak dikabulkan. Betapa mahal dan berharganya waktu.</p>
<p><em>Time is money</em> kata orang barat. Itu terlalu murah karena hakekatnya waktu adalah kehidupan itu sendiri. Dan waktu yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, ada yang sampai 60 tahun, ada yang 40 tahun, kita sama sekali tidak mengetahui sampai kapan waktu dan kesempatan hidup ini diberikan pada kita.</p>
<p>Hidup bukanlah bilangan usia tetapi bilangan prestasi. Bukan pada berapa lamanya kita hidup di dunia ini, tapi seberapa <a href="http://murobbisukses.com/2009/12/menemukan-dan-mengembangkan-potensi-diri/" target="_blank">besar manfaat dan nilai kita</a> di hadapan Allah nanti. Karenanya sungguh merugi orang-orang yang berumur panjang, tapi waktunya hanya digunakan untuk hal yang sia-sia.</p>
<p>Allah bersumpah dengan waktu bahwa semua manusia berada dalam kerugian kecuali :<br />
<strong>1.	Orang yang beriman</strong><br />
<a href="http://murobbisukses.com/2009/11/memperbaharui-iman-kepada-allah/" target="_blank">Iman</a> berarti membenarkan dengan seyakin-yakinnya dalam hati dan pikiran, diucapkan oleh lisan (perkataan), dan dibuktikan oleh perbuatan. Orang yang tidak beriman kepada Allah, maka amalnya tidak bernilai di hadapan Allah. Balasan dari kebaikannya telah dibayar lunas saat di dunia, maka ia tidak mendapatkan apa-apa di akhirat kelak.</p>
<p><strong>2.	Orang yang beramal shaleh</strong><br />
Nilai-nilai iman yang ada dalam diri seseorang nampak dalam kata dan perbuatannya. Karenanya kita bisa menilai tingkat keimanan kita kepada Allah dengan memperhatikan apa yang kita katakan dan lakukan sepanjang hari ini.</p>
<p>Orang-orang yang merugi akan berkata pada hari kiamat, “Duhai, seandainya aku mempersiapkan bekal untuk hidupku ini.”</p>
<p><strong>3.	Orang yang saling menasehati dalam kebenaran</strong><br />
Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, dan diantaranya adalah ilmu yang bermanfaat. Orang yang saling menasehati dalam kebenaran berarti ia menyebarkan ilmu yang bermanfaat yang pahalanya akan terus mengalir meski ia telah wafat.</p>
<p>Sungguh beruntung jika kita bisa saling memberikan <a href="http://murobbisukses.com/2009/12/agama-adalah-nasihat/" target="_blank">nasehat</a> dalam kebenaran setiap hari. Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, kita bisa memanfaatkan berbagai sarana seperti blog, <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=138333031011" target="_blank">facebook</a> dan lainnya untuk investasi amal kita.</p>
<p><strong>4.	Orang yang saling menasehati dalam kesabaran.</strong><br />
Jalan dakwah itu terjal dan menanjak, banyak rintangan dan hambatan. Maka tidak ada yang bisa melewatinya kecuali dengan kesabaran. Kesabaran adalah hal yang harus dimiliki oleh setiap dai.</p>
<p>Tanpa kesabaran seorang dai akan mudah putus asa, ngambek, mutung dan akhirnya berhenti dalam <a href="http://murobbisukses.com/2009/12/anda-pun-bisa-berdakwah/" target="_blank">aktivitas dakwah</a>. Alangkah ruginya jika kita menghentikan aktivitas yang menghasilkan kebaikan yang banyak karena kurangnya kesabaran.</p>
<p>Semoga kita bisa menjadi orang yang selalu menghargai waktu yang Allah berikan.<br />
Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi.</p>
<p>Semoga bermanfaat<br />
Wallohu a’lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/jangan-sampai-jadi-orang-yang-rugi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Murobbi Sukses</title>
		<link>http://murobbisukses.com/menjadi-murobbi-sukses/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/menjadi-murobbi-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 17:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Menarik simpati para binaan dalam awal-awal mentoring sangat dipengaruhi oleh kondisi keimanan Anda sebagai murobbi, guru atau pendidik. Dimulai dari kepribadian Anda. Akhlak dan sikap Anda lebih diperhatikan oleh binaan daripada pengetahuan Anda tentang materi yang sedang disampaikan. Lebih penting daripada keahlian Anda berbicara. Bahkan lebih penting daripada apa yang Anda sampaikan. Faktanya, kepribadian Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik simpati para binaan dalam awal-awal mentoring sangat dipengaruhi oleh kondisi keimanan Anda sebagai murobbi, guru atau pendidik. Dimulai dari kepribadian Anda. Akhlak dan sikap Anda lebih diperhatikan oleh binaan daripada pengetahuan Anda tentang materi yang sedang disampaikan. Lebih penting daripada keahlian Anda berbicara. Bahkan lebih penting daripada apa yang Anda sampaikan. Faktanya, kepribadian Anda menentukan 80% kesuksesan dalam menarik simpati mereka.</p>
<p>Prinsip pertama dalam dakwah adalah <em>al qudwah qobla da’wah</em>, keteladanan sebelum berdakwah. Tegakkan Islam dalam kehidupan pribadi Anda. Warnai hari-hari Anda dengan <a href="http://murobbisukses.com/2009/10/10-kepribadian-islam/" target="_blank">nilai-nilai keislaman</a>. Jujur dalam kata dan perbuatan. Beramallah kalian, maka Allah, Rasul Nya dan orang-orang yang beriman akan melihat hasil perbuatan kalian.</p>
<p><span id="more-194"></span></p>
<p>Kesalahan terbesar jika Anda berpikir bahwa dakwah membutuhkan Anda. Dari kali pertama Anda bergabung dengan kafilah dakwah sampai akhir hayat, Andalah yang membutuhkan dakwah. Jangan pernah merasa berjasa kepada dakwah, jangan berpikir dakwah ini berhutang budi karena aktivitas Anda. Barangsiapa berbuat baik, maka itu untuk dirinya sendiri. Bersyukurlah jika Allah masih memberikan kenikmatan dalam berdakwah pada diri Anda. Semakin Anda bersyukur, maka Allah akan semakin menambah nikmat Nya.</p>
<p>Katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda akan berjuang dan terus bersama dakwah sampai kapanpun. Jika ada 100 orang yang berjuang, pastikan Anda termasuk di dalamnya. Jika ada 10 orang yang berjuang, pastikan Anda termasuk di dalamnya. Jika ada 1 orang yang berjuang, pastikan bahwa orang itu adalah Anda.</p>
<p>Berbuatlah sebaik apapun yang Anda bisa, karena Anda akan menghadap pada Nya sendirian di hari kiamat nanti. Siapkan perbekalan sebanyak mungkin, dan  sebaik-baik bekal adalah takwa. <a href="http://murobbisukses.com/2009/12/anda-pun-bisa-berdakwah/" target="_blank">Jadilah investor kebaikan</a>, orang yang menyebarkan manfaat melalui ilmu yang dimilikinya. Jika anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal, dan salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.</p>
<p>Perbedaan antara pemenang dan pecundang sangatlah jelas. Pemenang selalu bertanggung jawab atas tindakan mereka. Pecundang selalu memberikan bermacam alasan atas kesalahan yang mereka lakukan.</p>
<p>Jangan pernah membina tanpa menyiapkan perbekalan. Gunakan waktu yang ada untuk selalu meningkatkan kapasitas keilmuan dan <a href="http://murobbisukses.com/2009/10/amal-yang-paling-utama/" target="_blank">kapasitas ibadah Anda</a>. Jangan pernah beralasan dengan kesibukan Anda, kurangnya waktu, atau minimnya sarana untuk meningkatkan kapasitas diri Anda. Jadilah seorang pemenang, bukan pecundang.</p>
<p>Para pendidik memiliki rasa empati yang tinggi, mereka benar-benar peduli pada binaannya. Mereka selalu memahami apa yang sedang dibutuhkan binaannya. Mereka tidak menunggu cerita, laporan atau curhat binaan. Dengan melihat wajahnya saja, mereka tahu binaannya sedang memiliki masalah.</p>
<p>Jadilah pendengar yang baik, biarkan mereka menceritakan semua uneg-unegnya. Gali terus apa yang ada dalam hati mereka dengan pertanyaan yang cerdas, jangan terburu-buru memberikan solusi. Sabarlah sebentar, dan pada saat yang tepat keluarkanlah penawar hati mereka.</p>
<p>Salah satu rahasia kesuksesan adalah melakukan apa yang Anda cintai. Menjadi murobbi sukses berarti menjadi orang yang terus berkomitmen dalam dakwah, komitmen dalam meningkatkan kapasitas diri, dan peduli pada binaan. Memberikan perhatian sekecil apapun kepada binaan, sangat besar dampak positifnya. Anda adalah murobbi dalam setiap waktu, bukan hanya sepekan sekali. Anda adalah murobbi bagi diri Anda sendiri, keluarga, binaan, dan orang-orang di sekitar Anda.</p>
<p>Selamat membina!</p>
<p>Wallohu a’lam bish showab</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/menjadi-murobbi-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Personal Branding sebagai Modal dalam Berdakwah</title>
		<link>http://murobbisukses.com/personal-branding-sebagai-modal-dalam-berdakwah/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/personal-branding-sebagai-modal-dalam-berdakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[ 
Personal branding merupakan proses dimana Anda dipandang sebagai sebuah brand (merek) oleh target market anda (Lair, Sullivan, dan Cheney, 2005). Istilah tersebut pertama kali digunakan dan didiskusikan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Tom Peter pada tahun 1997.
Selain itu, Montoya (2009) menjelaskan bahwa personal branding adalah seni menarik lebih banyak klien dengan secara aktif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> </em></p>
<p><strong><em>Personal branding</em></strong> merupakan proses dimana Anda dipandang sebagai sebuah <strong><em>brand</em></strong> (merek) oleh <strong><em>target market</em></strong> anda (Lair, Sullivan, dan Cheney, 2005). Istilah tersebut pertama kali digunakan dan didiskusikan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Tom Peter pada tahun 1997.<br />
Selain itu, Montoya (2009) menjelaskan bahwa <strong><em>personal branding</em></strong> adalah seni menarik lebih banyak klien dengan secara aktif membentuk persepsi publik. Montoya (2009) juga mengatakan bahwa Anda dapat mengendalikan cara bagaimana Anda dipersepsikan oleh komunitas yang Anda layani. Jika saya menyebutkan nama Arifin Ilham, pasti Anda akan mengingat majelis dzikir. Anda kenal Yusuf Mansyur? Mungkin Anda akan teringat dahsyatnya sedekah. Begitu juga dengan Aa Gym, Didin Hafidhuddin, atau  Abdul Aziz Abdul Rouf . Mereka (secara sengaja atau tidak) menciptakan dan mempromosikan <strong><em>personal brand</em> </strong>yang unik. Sama seperti mereka, Anda juga dapat melakukannya.<span id="more-168"></span></p>
<p><em><br />
<strong><em>Personal brand</em></strong></em> sendiri menurut Montoya (2009) adalah <em><strong>i</strong><strong>mage</strong></em> yang kuat dan jelas yang ada di benak klien Anda mengenai diri Anda sendiri. Tiga aspek penting dari <strong><em>personal brand</em></strong> tersebut adalah Anda sendiri (<strong><em>you</em></strong>), janji (<strong><em>promise</em></strong>) dan hubungan (<strong><em>relationship</em></strong>).<br />
<strong>Pertama</strong>, <strong><em>personal brand</em> </strong>adalah Anda sendiri (<strong><em>you</em>)</strong> yang dapat ditingkatkan dan diekspresikan dengan menggunakan metode komunikasi yang dirancang dengan baik. <strong><em>Personal brand</em></strong> anda dirancang untuk menyampaikan dua informasi penting kepada <em><strong>target dakwah</strong> </em>Anda, yaitu :</p>
<ol>
<li>Siapa diri anda ?</li>
<li>Apa keunikan yang anda      miliki ?</li>
</ol>
<p><strong>Kedua, <em>personal brand</em></strong> adalah sebuah janji (<strong><em>promise</em></strong>). <strong><em>Personal brand</em></strong> mengatakan kepada <strong><em>target dakwah</em></strong> Anda apa yang mereka dapat harapkan ketika berhubungan dengan Anda. Hal ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi target dakwah Anda.</p>
<p>Contoh yang sangat baik dari janji <strong><em>personal brand</em> </strong>adalah Rasulullah saw. Beliau adalah “<strong>Al Quran berjalan</strong>” yang semua orang, baik para sahabat, kaum kafir Quraisy, atau kaum Yahudi di Madinah dapat melihat dan berinteraksi dengan Beliau. Beliau-lah yang mendapat gelar <strong>“Al Amiin”</strong> orang yang terpercaya. Bahkan hanya dengan melihat wajah Rasulullah saw, Abdullah bin Salam menyatakan keislamannya.</p>
<p>Abdullah bin Salam adalah seorang berdarah Yahudi yang tinggal di Madinah. Dia pernah berkata, &#8220;Ketika Rasulullah Saw memasuki kota Madinah Al Munawarah, aku  mengamati wajah-nya dengan sungguh-sungguh, dan setelah itu aku langsung mengucapkan syahadat. Aku bersaksi; &#8220;Tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah.” Orang-orang Yahudi bertanya kepadaku, &#8220;Apa yang mendorongmu menyatakan keislamanmu itu, ya Ibna Salam?&#8221;Aku menjawab kepada mereka, &#8220;Demi Allah yang tiada tuhan selain Dia, sungguh wajah itu bukan wajah seorang pendusta.&#8221;</p>
<p><strong>Terakhir, <em>personal brand</em></strong> adalah sebuah hubungan (<strong><em>relationship</em></strong>) yang mempunyai pengaruh atas orang-orang di sekitar Anda. Atribut <strong><em>brand</em></strong> anda akan menentukan berapa banyak pengaruh yang Anda miliki. Jika teman Anda menjelaskan tentang zakat dan bagaimana perhitungannya, Anda mungkin tidak langsung percaya begitu saja. Namun, jika Ust. Didin Hafidhuddin yang menjelaskannya, maka Anda pasti akan mempercayainya.</p>
<p>Jika digunakan dengan baik, maka <strong><em>personal brand</em></strong> dapat membantu Anda melakukan tiga hal, yaitu :</p>
<ol>
<li>merubah nama Anda menjadi      simbol <a href="http://murobbisukses.com/category/dakwah/" target="_blank">dakwah</a></li>
<li>menarik lebih banyak      manusia yang mendapatkan <a href="http://http://murobbisukses.com/2009/12/anda-pun-bisa-berdakwah/" target="_blank">petunjuk lewat Anda</a></li>
<li>membantu Anda      mempertahankan binaan Anda, orang-orang yang akan mendukung dakwah Anda</li>
</ol>
<p>Personal branding Anda merupakan modal utama dalam berdakwah. Sebelum berdakwah dengan kata-kata, Anda harus menjadi teladan dalam tindakan dan perbuatan.<em><strong> Al qudwah qobla dakwah</strong></em>. Karena itu, Anda sebaiknya memfokuskan pada diri Anda sendiri untuk mencapai <strong><em>target dakwah</em></strong> anda dan membentuk bagaimana mereka berpikir tentang Anda dan bagaimana mereka memandang Anda. Itulah apa yang <strong><em>personal brand</em></strong> dapat lakukan untuk Anda.</p>
<p>Selamat membentuk <em><strong>personal brand</strong></em> Anda…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/personal-branding-sebagai-modal-dalam-berdakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kedunguan Kasta vs Komitmen Perjuangan</title>
		<link>http://murobbisukses.com/kedunguan-kasta-vs-komitmen-perjuangan/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/kedunguan-kasta-vs-komitmen-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 01:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hambatan dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari lewatlah seseorang di depan  Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam . Beliau bertanya kepada seseorang  disampingnya: &#8220;Bagaimana pendapatmu tentang orang ini?&#8221; Orang itu menjawab: &#8220;Ia  lelaki golongan terhormat. Demi ALLAH, seandainya meminang pastilah diterima dan  bila memberi pembelaan pasti dikabulkan&#8221;. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi  wasallam  berdiam. Kemudian melintaslah seseorang. Rasulullah bertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari lewatlah seseorang di depan  Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam . Beliau bertanya kepada seseorang  disampingnya: &#8220;Bagaimana pendapatmu tentang orang ini?&#8221; Orang itu menjawab: &#8220;Ia  lelaki golongan terhormat. Demi ALLAH, seandainya meminang pastilah diterima dan  bila memberi pembelaan pasti dikabulkan&#8221;. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi  wasallam  berdiam. Kemudian melintaslah seseorang. Rasulullah bertanya kepada  orang yang disampingnya tadi: &#8220;Bagaimana pandanganmu tentang orang ini?&#8221; Ia  menjawab: &#8220;Ia muslim yang faqir. Bila meminang pantas ditolak, bila memberi  pembelaan takkan didengar pembelaannya dan bila berbicara takkan didengar  ucapannya&#8221;. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam  bersabda : &#8220;Sepenuh bumi ia  lebih baik daripada orang tadi (yang pertama)&#8221; (HSR Muslim).</p>
<p>Ketika Da’wah ini muncul dan eksis dalam waktu  yang sangat singkat, ia telah menyata-kan jatidirinya dengan jelas. Ia adalah  kemenangan bagi siapa saja yang mau berjuang, tidak peduli anak siapa dan berapa  kekayaan bapaknya. Ia tidak peduli penolakan Bani Israil paska nabi Musa AS  ketika nabi mereka menyatakan bahwa Thalut yang miskin telah dipilih ALLAH untuk  menjadi pemimpin mereka (Qs.2:247). Ia tidak juga meman-jakan ‘kesombongan  intelektualisme’ kaum nabi Nuh AS yang mencap Nuh hanya diikuti oleh  ‘orang-orang rendah, yang dangkal fikiran’ (aradziluna. badia’r ra’yi, tidak  kritis, Qs. 11:27). Bahkan ia pun tak sungkan-sungkan menegur keras nabinya  karena ‘logika prioritas’ yang dibangunnya menyebabkan Abdullah bin Ummi Maktum  ‘nyaris tertinggal’. Alqur-an menyebutkan &#8220;Ia telah bermasam muka dan berpaling,  ketika datang kepadanya hamba yang buta……&#8221; (Qs. 80:1-2).<span id="more-164"></span></p>
<p>Siapa yang tak kenal keutamaan keempat khalifah  dan beberapa tokoh legendaris di kalangan para sahabat? Namun, carilah dimana  nama mereka terpampang dan bukan hanya sifat, selain Zaid, RA (Qs.33:37) ?  ‘Kelas’ inilah yang diakui sebagai kekuatan yang dengan mereka &#8220;kalian diberi  rezki dan dimenangkan&#8221;. (HSR Bukhari)</p>
<p><strong>Pungguk Mengaku Duduki Bulan </strong></p>
<p>Demi kepentingan  mereka, bahkan Dzulqarnain mengoreksi salah kaprah yang merugikan mereka  sendiri. &#8220;… mereka berkata: &#8220;Wahai Dzulqarnain, maukah Engkau kami beri upeti,  agar mau membangunkan tembok (benteng) yang dapat melindungi kami dari  (serangan) mereka?&#8221; Ia menjawab; &#8220;Kedudukan yang ALLAH telah berikan kepadaku  itu lebih baik. Cukuplah kalian membantuku dengan kekuatan, aku bangunkan  benteng yang kuat, memisahkan antara kamu dan mereka&#8221; (Qs.18:94-95).</p>
<p>Tanpa pembinaan dan penataan yang benar kelas  ini akan menjadi kekuatan destruktif yang dikendalikan tangan-tangan berdarah.  Dendam kemiskinan kerap membuat orang melahap fatamorgana. Mereka melahap  tuduhan bahwa masyarakat tak peduli kepada derita mereka, lalu menyambut  lambaian para penipu yang akan menunggangi mereka. Kalau para kader hanya  mencemooh dari jauh kelicikan para tengkulak yang memperdagangkan kemiskinan dan  melahap begitu banyak hak masyarakat miskin, tetaplah roda kemenangan berpihak  kepada angkara murka.</p>
<p>Banyak orang kaya baru (OKB) berlomba-lomba  memamerkan kekayaan mereka dan po-litisi dari partai-partai baru yang  mencaci-maki partai tiran dan korup sebelumnya. Tetapi ajaib, mereka menjadi  begitu norak, kemaruk dan lebih ‘ndeso’ dari para pendahulu.. Orang kaya  merambat tak perlu waktu adaptasi. Orang kaya mendadak benar-benar perlu belajar  membawa diri. Tetapi orang kaya turunan dan orang kaya mendadak sama-sama perlu  memahami dan mengingat kembali kemiskinan, betapa pun pahit.</p>
<p>Kader yang menyikapi jabatan yang diterimanya  lebih sebagai amanah dari pada kehormatan, akan dengan cepat belajar  menyesuaikan diri dan memahahami karakteristik tugas dan tantangannya. Bawahan  yang lebih pandai, diakuinya dan didorongnya untuk cepat menggapai posisi yang  lebih sesuai. Mereka berendah hati, karena memang tak takut jatuh dengan  merendah. Sebaliknya mereka yang bagaikan senior perpeloncoan yang kerap  bermasalah dalam IP mereka, sering menampakkan gejala ketakutan  ‘disaingi’.</p>
<p>Perasaan berkasta tinggi. Melecehkan orang yang  mereka anggap berkasta lebih rendah. Menelikung siapa saja yang di luar koneksi.  Mengkoptasi semua demi keharuman citra diri. Memecahkan masalah dengan  menyalahkan orang lain. Melapor segalanya beres tanpa ada yang  dibereskan.</p>
<p>Hal paling berat bagi kader yang berorientasi  kekuasaan atau dunia ialah usaha untuk mendengarkan dan memahami. Mereka lebih  suka didengar, difahami dan dimaklumi. Tak ada kemajuan dalam prestasi kecuali  seni membuat-buat alasan. Karena otak tak bekerja kerap, mereka lebih suka  menggunakan lutut. Muncullah kader-kader ‘gagah’ dengan mengimitasi tampilan  serdadu, bukan meningkatkan etos, disiplin dan kehormatan jundi sejati. &#8220;Army  Look&#8221; adalah kebanggaan mereka yang ingin diterima tanpa harus mengajukan dalil,  yang penting orang takut dan nurut.</p>
<p><strong>Kader Sejati </strong></p>
<p>Pepatah lama menyadarkan kita  betapa pentingnya mendengar. &#8220;Ta’allam husna’l Istima’ kama tata’allam husna’l  Hadits&#8221; (Belajarlah cakap mendengar sebagaimana engkau be-lajar untuk pandai  bercakap).</p>
<p>Para ‘penjaja’ Fasad telah begitu lihai  menggeser cita-rasa masyarakat. Mereka membentuk identitas ABG dengan segala  asesori termasuk bahasa. Mereka bentuk mental attitude-nya sendiri dan bahasa  gaulnya sendiri. Seluruh sasaran bahasa adalah penjungkirbalikan kemapanan. Dan  agama adalah bagian yang dianggap kemapanan.</p>
<p>Bahasa fasad lebih fasih dari pada bahasa  Islah. Ada bahasa gaul untuk remaja, ada bahasa gaul untuk tua-bangka dan ada  bahasa gaul untuk preman, morfinis dan kriminal lainnya.</p>
<p>&#8220;’Ala Man Taqra’ Zabura ?!&#8221; (Kepada siapa Anda  Bacakan Zabur?), adalah sindiran tajam bagi da’i yang asyik menyusun kata dan  menikmatinya sendiri, tanpa peduli apakah komunikannya dapat mengerti. Dalam  pertarungan memperebutkan pendukung, ada kekuatan berhasil meyakinkan calon  pendukungnya dengan idiom-idiom tipuan yang memukau rakyat. Ada yang dengan  jujur meneriakkan visi dan misi mereka, tetapi tidak cukup sampai ke telinga  batin mereka.</p>
<p>Banyak kondisi menipu (Zhuruf Muzayyafah), yang  kerap membuahkan kekecewaan. Sesudah iman, ikhlas dan pengenalan konsep serta  medan, kemampuan transformasi fikrah dan menangkap gejolak arus bawah mutlak  perlu dipertajam. Pesan-pesan penyampaian dengan berbagai pendekatan, patut  dibiasakan; 1. Khathibu’n Nas ala Qadri uqulihim (Serulah masyarakat sesuai  dengan kadar akal mereka), 2. Khathibu’n Nas bilughati qaumihim (Serulah  masyarakat dengan bahasa kaum mereka), 3. Anzilu’n Nas manazilahum (Dudukkan  masyarakat menurut kedudukan mereka).</p>
<p>Karena da’wah bukanlah obral candu, perlu diuji  ulang, cukup tajamkah telinga ini men-dengar krucuk perut yang hanya berisi  angin. Cukup sensitifkah mata memandang seorang akh yang membisu dalam  kelaparannya yang sangat dan isterinya yang gemetar menanti rizki yang datang  dengan sabar. Masihkah ada waktu muhasabah sebelum tidur, menyusuri wajah demi  wajah, adakah yang belum tersantuni. Atau menelisik kader yang hanya diberi  sanksi, tanpa seorang pun tahu, tiga hari ini ia tak punya tenaga karena sama  sekali tak dapat makanan.</p>
<p>Ini mozaik kehidupan kita yang harus ditata  menjadi serasi dan harmoni. Malang nasib dia yang mati rasa, nyinyir menyindir  kesengsaraan saudara sebagai buah kemalasan, seraya menghabiskan bertalam-talam  makanan yang tak dapat lagi memenuhi rongga perutnya. Bagaimana ia dapat  memahami gelombang besar rakyat jelata yang bagai singa terluka, menanti kapan  saatnya menerkam dengan penuh murka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/kedunguan-kasta-vs-komitmen-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anda pun Bisa Berdakwah</title>
		<link>http://murobbisukses.com/anda-pun-bisa-berdakwah/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/anda-pun-bisa-berdakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bisnis, prinsip yang dianut adalah dengan modal yang sedikit mendapatkan untung sebesar-besarnya. Disadari atau tidak, hidup ini adalah bisnis. Modal yang Anda miliki sama besar dengan yang orang lain miliki, 24 jam sehari dan tidak ada tambahan waktu lagi. Tugas Anda di dunia ini adalah meningkatkan nilai Anda di hadapan Allah dengan mempersembahkan amalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam bisnis, prinsip yang dianut adalah dengan modal yang sedikit mendapatkan untung sebesar-besarnya. Disadari atau tidak, hidup ini adalah bisnis. Modal yang Anda miliki sama besar dengan yang orang lain miliki, 24 jam sehari dan tidak ada tambahan waktu lagi. Tugas Anda di dunia ini adalah meningkatkan nilai Anda di hadapan Allah dengan mempersembahkan amalan yang terbaik.</p>
<p>Ada empat tipe manusia dalam dunia ini:</p>
<ul>
<li>Ada manusia yang kebaikannya terus      mengalir meskipun sudah wafat.</li>
<li>Ada manusia yang kebaikannya berhenti      saat ia wafat.</li>
<li>Ada yang kejahatannya terus bertambah      meskipun ia sudah wafat.</li>
<li>Ada yang kejahatannya berhenti ketika      ia wafat.<span id="more-123"></span></li>
</ul>
<p>Rasulullah SAW adalah tipe manusia yang kebaikannya terus mengalir tanpa henti. Beliau  membacakan ayat-ayat Allah pada para sahabat, mensucikan mereka, mengajarkan <a href="http://murobbisukses.com/2009/10/komitmen-muslim-terhadap-al-qur%e2%80%99an/" target="_blank">Al Quran</a> dan <a href="http://murobbisukses.com/category/hadits/" target="_blank">Al hadits</a>.</p>
<p>Para Sahabat r.a mengikuti jejak Sang Guru mengajarkan apa yang diajarkan pada mereka, terus menerus turun temurun hingga akhirnya Islam sampai kepada kita.</p>
<p>Sungguh beruntung generasi awal yang belajar langsung dari Rasulullah saw, kemudian mereka mengajarkannya kembali. Bagi mereka kebaikan yang tidak ada putusnya meskipun mereka sudah tiada.</p>
<p>Merekalah manusia-manusia sukses dalam kehidupan ini. Mereka tidak berdiam diri di Madinah, mereka pergi ke segala penjuru bumi menyebarkan Islam, karena Islam adalah Rahmatan lil ‘alamiin. Tidak cukup hanya dengan belajar, mereka juga mengajarkannya pada orang lain</p>
<p>Seseorang yang belajar dan mengamalkan kebaikan, ia akan mendapat pahala selama ia berbuat kebaikan tersebut. Ketika ia tidak berbuat, pahalanya tidak bertambah. Dalam bahasa bisnisnya disebut <strong>aktive income</strong>.</p>
<p>Jika ia mengajarkan pada orang lain sehingga orang itu mengamalkan yang ia ajarkan, ia akan mendapat pahala seperti orang yang berbuat kebaikan tersebut tanpa mengurangi pahala-nya. Kalau yang ini namanya <strong>passive income</strong>.</p>
<p>Dari Ibnu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al-Anshariyah Al-Badriy ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda :<strong> “Siapa saja yang menunjukkan (mengajak) kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan itu.” (HR Muslim)</strong></p>
<p>Umur umat Nabi Muhammad SAW paling lama berkisar antara 60 sampai 70 tahun, kalaupun ada yang lebih dari itu sangat sedikit jumlahya. Dengan masa waktu hidup yang singkat, tentunya kita harus berpikir dan bekerja cerdas supaya amal kebaikan yang kita lakukan terus mengalir meskipun kita telah tiada.</p>
<p>Dan jawabannya adalah dakwah, menyeru orang sebanyak-banyaknya pada kebaikan. Anda tidak harus menjadi murobbi untuk menyampaikan kebaikan, tidak perlu jadi khotib untuk menyampaikan ayat-ayat Al Quran, dengan adanya internet semua semakin mudah. Anda menulis artikel yang menyeru pada kebaikan, mengirimkannya melalui email, atau memasangnya di blog Anda, itu adalah dakwah.</p>
<p>Kalau Anda merasa tidak mampu menulis artikel atau tidak punya waktu untuk menulisnya, Anda bisa berlangganan artikel Murobbi Sukses <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=murobbisukses&amp;loc=en_US" target="_blank">disini</a>, kemudian aktivasikan email konfirmasi berlangganan Anda. Coba cek inbox, kalau masuk ke email spam, ubah status email tersebut menjadi bukan spam. Jika ada artikel terbaru, akan dikirim langsung ke email Anda. Nah, setelah Anda mendapat email berisi artikel terbaru, silahkan forward email tersebut ke teman-teman Anda.</p>
<p>Ingat, Siapa saja yang menunjukkan (mengajak) kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan itu. Intinya adalah mengajak orang lain sebanyak-banyaknya kepada kebaikan.</p>
<p>Hidayah adalah milik Allah, tugas para dai hanyalah menyampaikan risalah ini dengan sebaik-baiknya. Dan internet adalah sarana yang sangat tepat di zaman ini. Kalau Anda punya blog, facebook, milis atau apapun itu, manfaatkan sarana itu untuk sebanyak mungkin mengajak orang kepada kebaikan</p>
<p>Selamat berdakwah di dunia maya.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/anda-pun-bisa-berdakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benalu</title>
		<link>http://murobbisukses.com/benalu/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/benalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 06:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hambatan dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[
Kecuali pada benalu teh yang diyakini berkhasiat menyembuhkan kanker, hampir semua jenis benalu dipandang negatif, menggerogoti dan pengeretan. Ia bukan hanya menumpang, melainkan juga menghisap zat instan yang telah diproses dengan susah payah oleh mekanisme tumbuhan itu. Ia benar-benar pagar makan tanaman. Lihatlah mangsa-mangsanya. Mereka kurus kering kehilangan zat hara, sementara sang benalu subur makmur.
Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-109" title="benalu-nangka" src="http://murobbisukses.com/wp-content/uploads/2009/12/benalu-nangka2-150x150.jpg" alt="benalu-nangka" width="150" height="150" /></p>
<p>Kecuali pada benalu teh yang diyakini berkhasiat menyembuhkan kanker, hampir semua jenis benalu dipandang negatif, menggerogoti dan pengeretan. Ia bukan hanya menumpang, melainkan juga menghisap zat instan yang telah diproses dengan susah payah oleh mekanisme tumbuhan itu. Ia benar-benar pagar makan tanaman. Lihatlah mangsa-mangsanya. Mereka kurus kering kehilangan zat hara, sementara sang benalu subur makmur.</p>
<p>Dalam tubuh manusia, parasit ini berdomisili di tempat paling strategis. Ajaib, ada manusia beternak cacing dalam perutnya. Anak-anak itu menjadi buncit, tetapi minus gizi. Pandangan matanya tumpul, daya pikirnya lemah dan pertumbuhannya lamban, tersendat-sendat. Dalam tampilan memprihatinkan itu, mereka masih jadi sasaran kekesalan karena rewel.<span id="more-100"></span></p>
<p>Tikus bukan hanya menimbulkan kerugian berjuta-juta karena buku-buku berharga dilukainya, stelan jas yang mahal digerogotinya, kabel komputer dikeratnya atau makanan yang lezat dikacaunya, tetapi juga karena kotorannya. Bau kencingnya menyesakkan nafas. Bahkan, mengkhayalkannya saja dapat menimbulkan gatal-gatal badan atau flu sesaat. Mereka bergerilya, walaupun tak sampai menduduki seluruh &#8220;kerajaan&#8221; rumah kita, namun gerakannya yang laten selalu menyita perhatian dan waktu, bahkan harta.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Benalu Bangsa-Bangsa</strong></p>
<p>&#8220;Kamu punya masalah, di Indonesia?&#8221; tanya seorang Prancis kepada seorang mahasiswa Indonesia yang sekarang sudah doktor.</p>
<p>&#8220;Ya, pasti, orang hidup ada saja problemanya,&#8221; jawab yang ditanya.</p>
<p>&#8220;Bukan, maksudku kau punya masalah dengan&#8230;&#8221;  disebutnya salah satu etnik yang punya sifat suka dagang, ulet, supel bergaul, punya budaya suap yang kuat dan berakar.</p>
<p>&#8220;Ya, itulah masalahnya, kamu dengan siapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bangsaku punya masalah dengan Juift (Yahudi). Kau lihat toko-toko, kam-pus-kampus, konglomerasi dan semua simpul perekonomian, mereka yang menguasai dan bukan milik kami. Kami tidak menjadi tuan di negeri sendiri.&#8221;</p>
<p>Secuplik dialog tadi mungkin menjadi topik yang sama di Amerika, Jerman atau di Arab sendiri. Masalahnya apa bedanya benalu dengan spora. Jika yang ditumpangi senang, buat apa memikirkan harga diri bangsa? Spora itu telah membuat Hitler memanen buah kerjanya dan bangsa Jerman memetik pensiun pahit mereka entah untuk berapa tahun, windu atau abad lagi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Benalu di Tubuh Umat</strong></p>
<p>Status keumatannya tak tergugurkan. Darah mereka tak tertumpahkan kecuali bila ditemukan mereka angkat senjata. Betapa besar rencana Abdullah bin Ubay, kolaborator Yahudi dan musyrikin Quraisy? Tetapi ia (tak) pernah dikeluarkan dari status orang Islam. Isterinya tak otomatis tergugurkan seperti isteri orang yang pindah agama. Tetapi mereka kerap lepas dari delik hukum. Mereka tampil meyakinkan, berkata dengan multi makna dan berdiplomasi yang sukar ditandingi (QS 63:4).</p>
<p>Nubuwah dan khilafah harus memperlakukan mereka dengan arif, walaupun dalam statemen menyikapi mereka harus keras (QS 9:73 dan 66:9). Khalifah Umar hanya menyuruh stafnya untuk melihat, dalam shalat jenazah di Masjid, adakah Hudzaifah ikut serta? Bila tidak, itu tanda yang mati munafik. Kehormatan khilafah tak boleh dijatuhkan dengan menyolatkan musuh umat yang menyembunyikan kekufuran dalam diri mereka.. Betapa kekuatan pesan Al Qur&#8217;an begitu terang menyoroti kemunafikan mereka, cukup menjadi lampu yang benderang.</p>
<p>Dalam kehidupan berbangsa, kerap kita lihat mereka yang tangannya berlumuran darah umat, perut mereka penuh dengan uang hasil kemiskinan bangsa dan otak mereka penuh jelaga korupsi, kolusi, nepotisme dan bapakisme (KKN-B). Dengan modal kecil, kadang selembar sorban dan sebuah kopiah-mereka panen besar. Ingatan rakyat terlalu tumpul untuk mengingat kelicikan para begajul sebelum mereka atau untuk sekedar menyelamatkan diri dari intimidasi dan tipu daya mereka. Ada pepatah lama yang mencerminkan keberulangan masyarakat dalam ketertipuan. <em>&#8220;Rahimallahu al sariqa al-awwal</em>&#8220;(semoga Allah mengasihi pencuri terdahalu).</p>
<p><strong>Benalu Ibadah</strong></p>
<p>Ibadah, baik ritual maupun pengabdian yang luas tak kebal penyusutan, bahkan kepunahan. Pada mulanya adalah niat, pangkal dari segala aksi. Karenanya, para ulama menyebutkan hadist niat sebagai sepertiga ilmu. Tak cukup alasan untuk bosan mengkaji ikhlas.</p>
<p>Seorang imam tingkat kelurahan dari sebuah ormas besar umat, sampai mati menyeberang, murtad dan sangat serius dalam memusuhi agama dan umatnya ini dengan manipulasi, agitasi dan berbagai cara busuk lainnya. Ia kalah tarung dalam proses pemilihan kepala cabang ormas itu. Kecewa berat berlarut-larut, sampai seorang pendeta membaptisnya.</p>
<p>Bisa dibayangkan, mereka yang menjual akidahnya dalam bab yang mereka anggap rumit lainnya, seperti rejeki, asmara dan kedudukan, termasuk mereka yang takut berterus terang murtad, tetapi tak henti-hentinya memusuhi apa yang mereka anggap Islam jumud dan sebagainya.. Bahkan dari sekilas kata yang mereka ucapkan-keluhan, pujian, cercaan, gerutuan, ataupun kritik-teraba penyimpangan niat itu. &#8220;Dan kamu benar-benar akan menge-nal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuat-an kamu.&#8221; (QS. 47:29-30).</p>
<p>Apa yang membedakan penawaran diri untuk melaksanakan suatu tugas atau posisi sebagai bentuk tanggungjawab dengan semata-mata ambisi pribadi? Sama dengan membedakan kepribadian nabi Yusuf as dengan Abdullah bin Ubay. Yusuf si Benar, telah begitu panjang mengalami cobaan dan tempaan. Kematangan jiwanya nampak selalu meningkat dari tahun ke tahun.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, di masa remaja ia berhasil menolak rayuan Imraatul Aziz (isteri pembesar Mesir), dengan kalimat sempurna, &#8220;Aku berlindung kepada Allah.&#8221; (QS. 12:23). Ia tidak mengatakan malu atau takut diketahui orang atau tertangkap basah.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, dalam penderitaannya di penjara, tak pernah menyia-nyiakan peluang da&#8217;wah. &#8220;Wahai kedua penghuni penjara, ma-nakah yang baik, tuhan-tuhan yang berma-cam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?&#8221; (QS. 12:39-40).</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, saat datang utusan raja yang memintanya datang ke istana, ia tidak spontan pergi, malah disuruhnya utusan itu kembali (QS. 12:50). Sebelumnya, ia begitu berharap saat teman sepenjaranya dipekerjakan kembali di istana raja, dapat menyebut (kasus)nya, agar dapat pembebasan. Tetapi setan telah membuatnya lupa (QS. 12:42). Nyata, manusia tak boleh diandalkan, apa sulitnya menyebutkan seseorang yang bertahun-tahun bersama di penjara. Tentang ketegarannya menyuruh utusan raja kembali, Rasulullah saw berkomentar, &#8220;Semoga Allah merahmati saudaraku Yusuf, seandainya aku dalam posisinya, niscaya aku akan menyambut segera panggilan itu.&#8221; (Tafsir Al Qurthubi).</p>
<p>Dan saat saudara-saudara yang menzaliminya datang dalam keadaan miskin dan hina, dengan lapang hati ia maafkan mereka, &#8220;Hari ini tak ada dendam terhadap kalian&#8221; (QS. 12:92)</p>
<p>Adapun Ibnu Ubay adalah prototipe seorang yang tak bisa memandang kebenaran kecuali bila keluar dari dirinya dan tak bisa menerima kehormatan kecuali bila jatuh ke atas dirinya.</p>
<p>Kolaborator atau komprador mungkin putera daerah atau kader unggulan pada setiap entitas. Judas Escariot (Yahuza) adalah benalu dalam entitas nabi Isa as, seperti sepuluh saudara nabi Yusuf, benalu dalam keluarga nabi Yaqub as. Mereka sama dalam darah dan sejarah.</p>
<p>Ada satu Musa dan satu Isa untuk satu Firaun, satu Samiri, satu Judas, satu Herodes dan satu Pontius Pylathus.</p>
<p>Hari ini ratusan Judas, Samiri, dan Firaun berkeliaran menjual aset bangsa yang dilindungi konstitusi, yang bekerja sama dengan &#8220;penadah&#8221; dan penjarah asing. Di mana gembala bagi domba yang bercerai-berai dimangsa serigala?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/benalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dalil yang Tepat untuk Orang yang Tepat</title>
		<link>http://murobbisukses.com/dalil-yang-tepat-untuk-orang-yang-tepat/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/dalil-yang-tepat-untuk-orang-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 09:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[hambatan dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tidak ada seorangpun yang memberikan hadist (ilmu) kepada seseorang yang tidak dijangkau oleh akal penerimanya, kecuali akan terjadi fitnah atas sebagian lainnya&#8217;. (HR. Muslim)
Dalam membina, penggunaan ayat-ayat Al Quran dan hadits sebagai dalil harus disesuaikan dengan kondisi binaan. Setiap binaan memiliki pemahaman dan karakter sifat yang berbeda-beda, maka penggunaan dalil pun harus tepat sasaran.
Seorang Pendidik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>&#8220;Tidak ada seorangpun yang memberikan hadist (ilmu) kepada seseorang yang tidak dijangkau oleh akal penerimanya, kecuali akan terjadi fitnah atas sebagian lainnya&#8217;.</em></strong><em> </em>(HR. Muslim)</p>
<p>Dalam membina, penggunaan ayat-ayat Al Quran dan hadits sebagai dalil harus disesuaikan dengan kondisi binaan. Setiap binaan memiliki pemahaman dan karakter sifat yang berbeda-beda, maka penggunaan dalil pun harus tepat sasaran.</p>
<p>Seorang Pendidik harus memahami benar hal ini, sehingga ia bisa mengarahkan muridnya ke arah yang benar dan menghindari fitnah. Sebagai contoh, hadits tentang <strong><em>“mengucapkan subhanallaah adalah shodaqoh, tersenyum itu shodaqoh”</em></strong> jika disampaikan kepada orang kaya yang bakhil, efeknya akan menjadi tidak benar. Dalilnya benar, haditsnya benar, tapi  cara penyampaian dan objek yang disampaikan pun harus benar, harus tepat sasaran.<span id="more-66"></span></p>
<p>Atau penggunaan dalil, <strong><em>“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang rutin meskipun sedikit”</em></strong> kepada binaan yang belum berkomitmen tilawah satu juz sehari, ia akan merasa cukup untuk tilawah satu lembar saja sehari asalkan rutin.</p>
<p>Karenanya, jawaban Rasulullah saw tidak selalu sama ketika ditanya tentang <a href="http://murobbisukses.com/2009/10/amal-yang-paling-utama/" target="_blank">amalan apa yang paling utama</a>. Begitu juga ketika para shahabat meminta nasihat Beliau saw, tiap-tiap sahabat nabi mendapat nasihat yang berbeda sesuai karakter dan sifatnya masing-masing. Ini adalah hikmah yang besar sebagai bekal para Da’i dalam mendidik binaannya.</p>
<p>Prinsip berdakwah dalam Fikih Dakwah adalah <strong><em>Ta’aruf qobla Takalluf</em></strong>. Bagaimana seorang da’i dapat mengenali dan memahami sifat dan karakter binaannya, sehingga dalam memberikan arahan, nasihat dan jawaban dapat tepat sasaran. Setelah itu, barulah kemudian ia bisa memberikan beban dan tugas dakwah kepada binaannya.</p>
<p>Semoga kita termasuk orang-orang yang meneladani Rasulullah saw dengan baik dalam membina.</p>
<p>Aamiin…</p>
<p>Wallohu a’lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/dalil-yang-tepat-untuk-orang-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Yang Harus Dihindari Dan Hambatan Dakwah</title>
		<link>http://murobbisukses.com/bahaya-yang-harus-dihindari-dan-hambatan-dakwah/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/bahaya-yang-harus-dihindari-dan-hambatan-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 04:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hambatan dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[uzur]]></category>
		<category><![CDATA[wala dan baro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[TIDAK MENGHADIRI PERTEMUAN RUTIN
Pertemuan-pertemuan rutin merupakan pengikat antara anggota dengan pemimpinnya. Pertemuan itu akan menumbuhkan kepercayaan dalam diri anggota, selain menguatkan semangat mereka untuk selalu berjalan di jalan dakwah.
Salah seorang sahabat datang ke rumah al-arqam, menceritakan masalah yang sedang menimpanya hari itu kepada saudara-saudaranya dan Nabinya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu, terjadilah dialog diantara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIDAK MENGHADIRI PERTEMUAN RUTIN</strong></p>
<p>Pertemuan-pertemuan rutin merupakan pengikat antara anggota dengan pemimpinnya. Pertemuan itu akan menumbuhkan kepercayaan dalam diri anggota, selain menguatkan semangat mereka untuk selalu berjalan di jalan dakwah.</p>
<p>Salah seorang sahabat datang ke rumah al-arqam, menceritakan masalah yang sedang menimpanya hari itu kepada saudara-saudaranya dan Nabinya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu, terjadilah dialog diantara mereka. Ia dengarkan pendapat yang dikemukakan oleh saudara-saudaranya disertai dengan alasan. Kemudian pemimpin para murabbi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarahkan dengan petunjuk yang paling tepat, dengan memuji pendapatnya atau membenarkannya atau memerintahkan untuk meninggalkannya.</p>
<p>Sesungguhnya, pertemuan langsung secara rutin antara pemimpin dan pengikutnya akan mampu menyelesaikan banyak persoalan yang sulit sekalipun. Ia akan mampu menggagalkan terjadinya fitnah, membakar unsur-unsur yang mengarah pada buruk sangka dan kesalahpahaman. Ia adalah benteng yang akan menjaga kekuatan barisan dakwah dari dalam, sebagaimana ia akan mampu membuat para aktivis dakwah menyatu dalam kesatuan yang kuat.<span id="more-58"></span></p>
<p>Adapun terputusnya pertemuan rutin dan jauhnya keterikatan antara pemimpin dan pengikut, pertama-tama, ia akan menghilangkan kepercayaan, kemudian akan menciptakan kerenggangan dalam barisan dakwah. Dan yang ketiga, akan menggerogoti serta merapuhkan bangunan aqidah dalam diri para aktivis. Sesungguhnya, inilah yang paling berbahaya.</p>
<p>Karena itulah, perhatian terhadap pertemuan-pertemuan itu, disiplin dan selalu menantikan kedatangannya, merupakan bukti nyata akan keterikatan aktivis dakwah dengan fikrahnya. Itu adalah bekal yang senantiasa dinanti-nantikan kehadirannya untuk membekali dirinya. Pertemuan itu ibarat pasar bagi para aktivis. Di sana mereka mengumpulkan barang dagangan untuk selanjutnya dijual kepada orang lain dan sebagai alat penukarnya adalah pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala.</p>
<p>Dengan demikian, ketidakhadiran seseorang atau keterlambatannya dalam mengikuti pertemuan-pertemuan rutin menunjukkan adanya kelemahan dalam komitmen. Juga merupakan bukti bahwa dakwah bukanlah perhatian utamanya, atau minimal bukan termasuk urusan yang sangat diperhatikan. Terkadang, ada yang mengatakan bahwa di sana banyak hal-hal yang mengharuskan seseorang untuk meninggalkan dan tidak menghadiri pertemuan rutin tersebut. Dalam keadaan seperti ini, siapa pun bisa memakluminya.</p>
<p><strong>SYARAT-SYARAT UZUR YANG DAPAT DITERIMA</strong></p>
<p>Di dalam Al-Qur’an terdapat contoh yang bisa kita teladani dalam masalah uzur yang dapat diterima.</p>
<p>“Tiada dosa (karena tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit, dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berbuat ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (tiada pula) dosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, ‘Aku tidak mendapatkan kendaraan untuk membawamu,’ lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang mereka nafkahkan.” (at-Taubah [9]: 91-92)</p>
<p>Uzur yang bisa diterima adalah uzur yang realistis, karena terjadi sesuatu yang nyata, bukan sesuatu yang masih diasumsikan dan bukan pula sesuatu yang tidak jelas apalagi dibuat-buat. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Al-Qur’an bahwa uzur yang bisa diterima adalah karena “lemah, sakit, tidak ada biaya&#8230;..” Al-Qur’an juga telah mencela orang-orang yang menyampaikan uzur tidak realistis dan tidak jelas. Allah berfirman,</p>
<p>“&#8230;..Mereka berkata, ‘Janganlah kamu pergi ke medan perang dalam keadaan panas terik ini.’&#8230;..” (at-Taubah [9]: 81)</p>
<p>Atau orang yang mengatakan,</p>
<p>“Di antara mereka ada orang yang berkata, ‘Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu membuat saya terjerumus ke dalam fitnah. ‘Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah dan sesungguhnya, neraka jahannam itu benar-benar menyelimuti orang-orang kafir.” (at-Taubah [9]: 49)</p>
<p>Apabila komitmen melemah, maka seseorang akan mudah meminta izin meskipun dengan alasan yang tidak realistis dan tidak jelas. Tujuannya agar bisa menghindar dari pertemuan rutin.</p>
<p>Uzur yang bisa diterima adalah uzur yang disertai dengan nasihat dan taujih (arahan) buat para mujahidin yang mengikuti jihad. Karena uzur yang jujur itu tidak menghalangi seseorang untuk menyampaikan nasihat dan memberi semangat buat para mujahidin yang lain.</p>
<p>“&#8230;..Apabila mereka memberi nasihat untuk Allah dan Rasul-Nya&#8230; ..” (at-Taubah [9]: 91)</p>
<p>Ketidakhadirannya bukan karena takut atau menghindar, tetapi karena telah terjadi sesuatu yang nyata. Seandainya tidak ada uzur tersebut, pasti ia akan hadir.</p>
<p>Apabila komitmen melemah, orang-orang yang tidak menghadiri aktivitas dakwah itu hanya menyampaikan uzur tanpa disertai nasihat atau pesan untuk peserta yang lain. Mereka menganggap bahwa tidak perlu lagi menyampaikan nasihat.</p>
<p>Uzur yang bisa diterima adalah uzur yang bukan menajdi kebiasaannya sebelumnya. Seseorang yang diterima uzurnya adalah orang yang rajin, yang menunjukkan bahwa ketidakhadirannya saat ini bukan melarikan diri dan menghindar dari pertemuan.</p>
<p>“Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik&#8230;..” (at-Taubah [9]: 91)</p>
<p>Al-Qur’an telah mengecualikan mereka dari celaan, karena mereka sebelumnya telah memiliki kebiasaan baik dan kebaikan tersebut telah menjadi ciri khas mereka, sampai pada cara menyampaikan uzur sekalipun.</p>
<p>Apabila komitmen aktivis dakwah melemah, permohonan uzur untuk meninggalkan pertemuan menjadi kebiasaan. Dia tidak pernah memiliki prestasi dalam dakwah, tidak memberi kontribusi positif, tidak bersemangat, dan tidak disiplin dalam menghadiri pertemuan-pertemuan sebelumnya.</p>
<p>Uzur yang bisa diterima adalah uzur yang disertai dengan kesedihan dan penyesalan dalam hati karena dia tidak berkesempatan mendapatkan kebaikan, bukan kesedihan yang hanya tampak dari luar. Namun, kesedihan yang mendalam hingga air matanya keluar.</p>
<p>“Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, ‘Aku tidak mendapatkan kendaraan untuk membawamu,’ lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (at-Taubah [9]: 92)</p>
<p>Apabila komitmen aktivis dakwah melemah, tidaklah tampak lagi tanda-tanda kesedihan pada dirinya saat tidak menghadiri pertemuan.bahkan, dia bergembira karena uzurnya diterima.</p>
<p>Sebagai penutup, asy-syahid Imam Hasan al-Banna menyampaikan wasiat berikut ini kepada segenap aktivis dakwah yang berjihad, ikhlas, dan terus bergerak. Sebuah wasiat yang boleh dikatakan sebagai kewajiban praktis bagi setiap aktivis dakwah.</p>
<p>“Hendaklah engkau mengetahui anggota kelompokmu satu persatu dengan baik. Perkenalkan dirimu kepada mereka selengkap-lengkapny a. Tunaikan hak-hak ukhuwah mereka secara utuh; hak kasih sayang, penghargaan, pertolongan, dan itsar. Hendaklah engkau senantiasa hadir di majelis mereka dan tidak absen, kecuali karena uzur darurat. Pegang teguhlah sikap itsar dalam pergaulanmu dengan mereka.”</p>
<p>(Muhammad Abduh, Memperbarui Komitmen Dakwah, hal 218-223)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/bahaya-yang-harus-dihindari-dan-hambatan-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
