<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Murobbi Sukses . com &#187; Dasar-Dasar Keislaman</title>
	<atom:link href="http://murobbisukses.com/category/dasar-dasar-keislaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://murobbisukses.com</link>
	<description>Membangun Kepribadian Islami</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Aug 2010 03:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hadist Dhoif Seputar Ramadhan</title>
		<link>http://murobbisukses.com/hadist-dhoif-seputa-ramadhan/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/hadist-dhoif-seputa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 17:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[hadits dhoif]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Dasar yang menjadi pijakan kita sebagai umat muslim dalam beragama adalah al Quran dan as Sunnah.  Dua hal tersebut yang menjadi rujukan bagi kita dalam hidup ini. Dan tentu saja, hal itu tidak disukai oleh musuh-musuh Islam. Karenanya mereka senantiasa mengacaukan pemahaman umat muslim tentang agamanya dengan membuat banyak sekali hadits-hadits palsu.
Mudah-mudahan ebook berjudul Hadits-hadits [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dasar yang menjadi pijakan kita sebagai umat muslim dalam beragama adalah al Quran dan as Sunnah.  Dua hal tersebut yang menjadi rujukan bagi kita dalam hidup ini. Dan tentu saja, hal itu tidak disukai oleh musuh-musuh Islam. Karenanya mereka senantiasa mengacaukan pemahaman umat muslim tentang agamanya dengan membuat banyak sekali hadits-hadits palsu.</p>
<p>Mudah-mudahan ebook berjudul <strong>Hadits-hadits Dhoif Seputar Ramadhan karya Ustadz Arif Syarifuddin, LC</strong> dapat menambah pemahaman beragama kita sesuai al Quran dan as Sunnah yang shohih.</p>
<p>Selamat membaca!<br />
<span id="more-460"></span><br />
<object id="_ds_49368411" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="550" height="550" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="_ds_49368411" /><param name="data" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="FlashVars" value="doc_id=49368411&amp;mem_id=3497910&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="flashvars" value="doc_id=49368411&amp;mem_id=3497910&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="_ds_49368411" type="application/x-shockwave-flash" width="550" height="550" src="http://viewer.docstoc.com/" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" flashvars="doc_id=49368411&amp;mem_id=3497910&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" data="http://viewer.docstoc.com/" name="_ds_49368411"></embed></object><br />
<script type="text/javascript">// <![CDATA[
var docstoc_docid="49368411";var docstoc_title="hadits-dhaif-ramadhan";var docstoc_urltitle="hadits-dhaif-ramadhan";
// ]]&gt;</script><script src="http://i.docstoccdn.com/js/check-flash.js" type="text/javascript"></script><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://www.docstoc.com/docs/49368411/hadits-dhaif-ramadhan">hadits-dhaif-ramadhan</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/hadist-dhoif-seputa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Ibadah Ramadhan</title>
		<link>http://murobbisukses.com/panduan-ibadah-ramadhan/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/panduan-ibadah-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 14:53:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar lagi bulan Ramadhan akan menyapa kita semua. Semoga di Ramadhan tahun ini, ibadah kita bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, perlulah kiranya kita mempersiapkan diri kita baik secara materi, fisik maupun keilmuan tentang bagaimana mengoptimalkan Ramadhan sebaik-baik mungkin.
Mudah-mudahan Panduan Ibadah Ramadhan karya Ustadz Iman Santoso bisa menambah semangat kita semua dalam menyambut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebentar lagi bulan Ramadhan akan menyapa kita semua. Semoga di Ramadhan tahun ini, ibadah kita bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, perlulah kiranya kita mempersiapkan diri kita baik secara materi, fisik maupun keilmuan tentang bagaimana mengoptimalkan Ramadhan sebaik-baik mungkin.</p>
<p>Mudah-mudahan<strong> Panduan Ibadah Ramadhan karya Ustadz Iman Santoso</strong> bisa menambah semangat kita semua dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, dan tetap semangat dalam beribadah.</p>
<p>Selamat membaca<br />
<span id="more-456"></span><br />
<object id="_ds_49357454" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="550" height="550" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="_ds_49357454" /><param name="data" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="FlashVars" value="doc_id=49357454&amp;mem_id=3497910&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://viewer.docstoc.com/" /><embed id="_ds_49357454" type="application/x-shockwave-flash" width="550" height="550" src="http://viewer.docstoc.com/" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" flashvars="doc_id=49357454&amp;mem_id=3497910&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" data="http://viewer.docstoc.com/" name="_ds_49357454"></embed></object><br />
<script type="text/javascript">// <![CDATA[
var docstoc_docid="49357454";var docstoc_title="Panduan Ibadah Ramadhan- Iman Santoso";var docstoc_urltitle="Panduan Ibadah Ramadhan- Iman Santoso";
// ]]&gt;</script><script src="http://i.docstoccdn.com/js/check-flash.js" type="text/javascript"></script><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://www.docstoc.com/docs/49357454/Panduan-Ibadah-Ramadhan--Iman-Santoso">Panduan Ibadah Ramadhan- Iman Santoso</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/panduan-ibadah-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Doa Anda Belum juga Dikabulkan</title>
		<link>http://murobbisukses.com/jika-doa-anda-belum-juga-dikabulkan/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/jika-doa-anda-belum-juga-dikabulkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 07:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[Iman kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[
Tidaklah seseorang berdoa kepada Allah SWT kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya satu dari tiga perkara:

Allah akan mengabulkan permintaannya dengan segera;  atau
Allah akan memberikan kepadanya kebaikan sebagai mana yang diminta; atau
Allah akan menghindarkan dirinya dari kejahatan yang seimbang dengan kebaikan yang ia minta.

Hal yang perlu kita camkan adalah bahwa kebaikan yang diberikan Allah kepada kita, bukanlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Doa" src="http://i25.tinypic.com/30mlfuv.jpg" alt="doa" width="350" height="181" /></p>
<p>Tidaklah seseorang berdoa kepada Allah SWT kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya satu dari tiga perkara:</p>
<ol>
<li>Allah akan mengabulkan permintaannya dengan segera;  atau</li>
<li>Allah akan memberikan kepadanya kebaikan sebagai mana yang diminta; atau</li>
<li>Allah akan menghindarkan dirinya dari kejahatan yang seimbang dengan kebaikan yang ia minta.</li>
</ol>
<p>Hal yang perlu kita camkan adalah bahwa kebaikan yang diberikan Allah kepada kita, bukanlah berarti dengan mengijabah atau mengabulkan dengan segera setiap permohonan kita. Hal itu disebabkan beberapa hal berikut ini:<span id="more-451"></span></p>
<p>Bisa jadi, Allah memang belum mengabulkan doamu. Akan tetapi, <strong>Allah telah menghilangkan bala darimu sedang kamu tidak mengetahuinya</strong>. Bencana yang akan menimpamu menjadi tertolak oleh doamu sehingga kau selamat dari bencana itu. Karenanya, pujilah Allah atas keselamatanmu dari bencana dan bersyukurlah kepada-Nya.</p>
<p>Bisa jadi, doamu memang belum dikabulkan oleh Allah. Akan tetapi, mungkin hal itu karena <strong>Allah mengetahui bahwa jumlah kebaikanmu tidak akan sanggup menyelamatkanmu di hari kiamat. Oleh karena itu, Allah menunda pahala doa tersebut untuk hari akhirat</strong>. Sebab apabila dikabulkan di dunia, maka di hari kiamat kelak engkau akan kehilangan pahala doamu. Karena itu, maka yakinilah bahwa apabila doamu belum dikabulkan di dunia, maka di akhirat engkau akan mendapatkan apa yang pernah engkau pinta dalam doamu di dunia.</p>
<p>Bisa jadi, Allah memang belum mengabulkan doamu. Akan tetapi, hal itu karena<strong> Allah mengetahui bahwa yang terbaik bagimu adalah dengan tidak memenuhi apa yang engkau pinta</strong>. Sebab Dia lah satu-satunya yang sangat mengetahui hal-hal yang gaib. Karenanya, yakinlah bahwa Allah Mahatahu tentang apa yang bermanfaat dan baik untukmu.</p>
<p>Jika yang engkau pinta adalah harta, bisa jadi harta itu akan merusakmu.</p>
<p>Jika yang engkau pinta adalah anak, bisa jadi ia akan menjadi anak durhaka yang akan menyusahkanmu.</p>
<p>Jika yang engkau pinta adalah pangkat, bisa jadi pangkat itu justru akan membuka jalan kejahatan untukmu.</p>
<p><strong>Perhatikanlah!</strong> Betapa sering kebahagiaan justru terdapat dalam perkara yang tidak disenangi; berapa sering pada sesuatu yang menyakitkan itu terdapat sesuatu yang disukai. Hanya Allah yang pasti tahu akan semua itu.</p>
<p>Bisa jadi, Allah memang belum mengabulkan doamu. Sebab, mungkin rezeki yang engkau peroleh adalah dengan jalan haram dan nafsu telah bersemayam dalam hatimu. Sehingga <strong>doamu belum dikabulkan agar engkau berbenah diri daripada berbagai kesalahan dan melepaskan diri dari berbagai maksiat.</strong></p>
<p>Bisa jadi, Allah belum mengabulkan doamu karena <strong>Allah ingin menyambung kembali benang keimanan yang telah putus dalam hatimu.</strong> Allah ingin engkau kembali kepada-Nya hingga Allah mendengar ratapanmu di waktu fajar dan melihat tetesan air matamu. Dosa-dosa tidak akan hilang kecuali diguyur dengan air mata kesedihan dan penyesalan atas apa yang telah dilakukan.</p>
<p>Penjelasan di atas sama dengan apa yang secara ringkas disampaikan oleh Ibnu Athoillah di dalam ucapannya, <strong>“Belum dikabulkannya suatu doa janganlah sampai membuatmu berputus asa. Allah telah menjamin akan mengabulkan doa dengan apa yang dipilihkannya untukmu, bukan dengan apa yang engkau pilih. Dan Allah memberinya pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan.”</strong></p>
<p> </p>
<p>Sumber : Abu Syadi, Khalid. Tiket Menuju Surga</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/jika-doa-anda-belum-juga-dikabulkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Obat Stress Paling Mujarab</title>
		<link>http://murobbisukses.com/8-obat-stress/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/8-obat-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 10:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[orang beriman]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[
Kehidupan Manusia di masa lalu relatif stabil. Ketenangan adalah keseharian dalam mayoritas kehidupan mereka karena minimnya faktor-faktor yang mempengaruhi kejiwaan ketika itu.
- Tanggung jawab yang ditanggung ketika itu belum mengacaukan pikiran atau mempengaruhi aktivitasnya yang sederhana di perkebunan, rumah produksi atau di tempat perniagaan.
- Krisis kependudukan dan kemanusiaan ketika itu belum seperti keadaannya yang sekarang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Stress" src="http://i43.tinypic.com/5txnao.jpg" alt="" width="223" height="222" /></p>
<p>Kehidupan Manusia di masa lalu relatif stabil. Ketenangan adalah keseharian dalam mayoritas kehidupan mereka karena minimnya faktor-faktor yang mempengaruhi kejiwaan ketika itu.</p>
<p>- Tanggung jawab yang ditanggung ketika itu belum mengacaukan pikiran atau mempengaruhi aktivitasnya yang sederhana di perkebunan, rumah produksi atau di tempat perniagaan.</p>
<p>- Krisis kependudukan dan kemanusiaan ketika itu belum seperti keadaannya yang sekarang, di mana realita memaksa manusia menggunakan pola baru dalam berinteraksi dan memikul tanggung jawab.</p>
<p>- Rumah hunian dan perabotannya tidaklah seperti sekarang yang menghimpit, di mana sebagiannya bertumpuk dengan sebagian yang lain. Sebagaimana kondisi yang ada dibanyak negara di dunia.</p>
<p>- Bahkan musibah yang menimpa manusia  belumlah sehebat dan sedahsyat sekarang ini. Penyakit ketika itu belum lagi sekomlek dan dengan nama yang beraneka macam, yang menghantui manusia dan mengganggu kehidupannya, yang menjadikannya dibayang-bayangi ketakutan dan kecemasan, seiring lambatnya ditemukan obat penawarnya.</p>
<p>- Ketika itu peperangan tidak dapat membunuh ribuan manusia dalam waktu sekejap, sebagaimana teknologi dan instrumen perang yang ada seperti sekarang ini.</p>
<p>- Belum ada kejadian yang menelan korban mengerikan akibat kecelakaan lalu lintas baik darat, udara, air atau alat transportasi lain ketika itu.</p>
<p>- Dan di atas semua itu, krisis keuangan dan ekonomi membatasi manusia dan membalikkan keadaan berbagai umat dan bangsa dari kenikmatan dan kemewahan menjadi terpuruk dalam kefakiran dan kekurangan.</p>
<p>Serta perkara-perkara lain dari perubahan-perubahan, halangan-halangan dan problem yang berdampak negatif pada kehidupan manusia, yang selanjutnya mempengaruhi kemampuan dan kekuatan potensialnya.<span id="more-416"></span></p>
<p>Itu artinya bahwa kemajuan teknologi yang disaksikan oleh dunia dan banyak berperan dalam memfasilitasi manusia, pada waktu yang sama justru memberatkan manusia itu sendiri dengan lebih banyak tanggung jawab dan kewajiban yang menyedot umur dan waktu mereka. Bahkan tak jarang datang bertubi-tubi sehingga tidak sanggup menghadapinya atau menyerah karena kontinuitasnya.</p>
<p>Dari sinilah mulai muncul tekanan kejiwaan (stres): yang berwujud pada ketidakmampuan dalam menghadapi tantangan atau memikul tanggung jawab yang sebenarnya terfasilitasi dan memiliki kemungkinan yang terbuka.</p>
<p> </p>
<p><strong>Dampak Stress (Tekanan Jiwa)</strong></p>
<p> </p>
<p>Sesungguhnya stres pada banyak keadaan menyebabkan penderitanya tidak stabil, yang pada akhirnya memunculkan dampak dan efek negatif dalam kehidupan dan pergaulannya. Di antara dampak yang terpenting adalah:</p>
<p>1.  Ada kalanya stres pada penderitanya melahirkan semacam prilaku kasar, keradikalan, kemarahan akan realita dan melihatnya dengan gelap mata. Ia berharap dapat keluar dari permasalahannya dan terkurangi tanggung jawabnya. Akan lebih parah jika tidak ada pendampingan yang dapat mengurangi sebagian beban dan kepedihannya.</p>
<p> </p>
<p>2. Stres menyebabkan menarik diri dan menjauh dari kehidupan, menjauh dari kenyataan, bahkan menjadikan penderitanya tenggelam dalam dunia khayal, terkendala dalam metode berpikir dan mencari solusi. Engkau dapati ia mendebat perkara dengan solusi filosofis yang rumit atau penafsiran yang ganjil yang tidak diterima oleh para pemikir dan orang kebanyakan.</p>
<p> </p>
<p>3. Tekanan jiwa mempengaruhi dalam bergaul dengan orang lain atau menjalin hubungan dengan mereka. Dimana penderita tekanan jiwa akan sulit membangun hubungan dalam bertetangga, persahabatan dengan teman kerjanya, atau dengan siswa lain jika itu di sekolah, dengan orang banyak jika dia seorang pegawai, dengan para pegawai jika dia seorang kepala bagian atau direktur, juga dengan seluruh strata masyarakat di lingkungannya. Ia merupakan ancaman dalam membangun masyarakat, kepribadian dan lembaga sosial yang lebih maju, meningkat dan mumpuni.</p>
<p> </p>
<p>4. Stres (tekanan jiwa) memiliki pengaruh yang besar pada anggota tubuh penderita. Penyakit yang di derita kebanyakannya adalah cerminan dari hakikat kondisi kejiwaan yang tengah dialami penderita. Karenanya para dokter menyarankan pasiennya untuk menjauhi hal-hal yang menimbulkan gejolak kejiwaan. Terutama mereka yang terkena liver, gangguan jiwa, kolesterol, gangguan lambung, usus dan lain sebagainya. Karena kejiwaan memiliki peran yang penting dalam mengontrol penyakit-penyakit tersebut, baik dalam penyembuhan atau dalam memperburuk dan membuatnya semakin parah.</p>
<p> </p>
<p>5. Stres (tekanan jiwa) berpengaruh negatif dalam produktivitas kerja dan kreasi. Karena penderitanya kehilangan penyelaras dalam berinteraksi dengan berbagai hal. Buyar kekuatan dan kemampuan. Terlebih lagi tidak dapat konsekuen dalam mencapai tujuan dan mencapai target.</p>
<p> </p>
<p><strong>Obat Stres (Tekanan Jiwa)</strong></p>
<p> </p>
<p>Dikarenakan siapa pun dapat terkena tekanan jiwa, yang berdampak pada timbulnya masalah atau penyakit, sudah seharusnya diberikan terapi penyembuhan dan pengobatan yang dapat mencegah atau membatasi agar tidak menjangkit pada diri. Di antara penyembuhan dan terapinya:</p>
<p> </p>
<p>1- <strong>Bertakwa kepada Allah </strong><strong> </strong><strong> dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal saleh.</strong> Firman-Nya :</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.&#8221; </em>(QS. At-Thalaq: 2 )</p>
<p>Dan firman-Nya :</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.&#8221; </em>(QS. At-Thalaq: 4)</p>
<p>Kisah tiga orang yang terjebak di dalam goa tidak asing bagi kita. Allah I telah mengeluarkan mereka dari keterjebakan ketika setiap mereka menyebutkan amalan saleh yang dikerjakan ikhlas karena Allah . Dengan amal mereka itulah mereka <em>bertawasul</em> kepada Allah.</p>
<p> </p>
<p>2. <strong>Menjadikan<a href="http://murobbisukses.com/2010/01/memohon-pertolongan-allah/" target="_blank"> sabar dan shalat </a>sebagai penolong</strong>. Karena dua hal ini dapat menguatkan dalam menghadapi berbagai problema dan tanggung jawab sehingga dapat tegar dan sukses menghadapinya. Hal ini sebagaimana firman Allah :</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.&#8221;</em><em> </em>(QS. Al-Baqarah: 153 )</p>
<p>Seorang sahabat Nabi, Hudzaifah t berkata, &#8220;Jika Nabi r menghadapi perkara pelik, beliau melaksanakan shalat.&#8221; [HR.Ahmad]</p>
<p> </p>
<p>3. <strong><em>Husnuzon</em> <a href="http://murobbisukses.com/2009/11/memperbaharui-iman-kepada-allah/" target="_blank">(berbaik sangka)</a> kepada Allah </strong><strong>.</strong> Sadarilah bahwa Allah sematalah yang mengangkat kesulitan manusia. Sesungguhnya kesulitan meskipun berlangsung berlarut-larut senantiasa Allah iringkan dengan solusi dan kemudahan. Allah I berfirman melalui lisan Nabi Ya&#8217;kub u:</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;&#8230;Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.&#8221;</em> (QS. Yusuf: 87 )</p>
<p>Nabi r bersabda dalam hadits Qudsi:</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah </em><em>r</em><em> berfirman: &#8220;Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.&#8221;</em></p>
<p>[HR.Turmudzi]</p>
<p>Benarlah perkataan seorang penyair:</p>
<p>Begitu pelik, tapi ketika aku kembalikan kepada Penciptaannya</p>
<p>Ia teratasi, padahal aku sangka tidak akan teratasi</p>
<p> </p>
<p>4. <strong><a href="http://murobbisukses.com/2009/12/mewiridkan-al-quran-setiap-hari/" target="_blank">Berzikir </a>kepada Allah (mengingat Allah) dengan keyakinan, ucapan dan amal </strong>merupakan sebab untuk dapat keluar dari kemelut, memberi ketegaran jiwa dan ketenangan. Sebagaimana firman Allah :</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.&#8221; </em>(QS.Ar-Ro&#8217;d:28)</p>
<p> </p>
<p>5. <strong>Kontinu senantiasa ber<em>istigfar</em> (meminta ampun kepada Allah). </strong>Sesungguhnya hal ini adalah salah satu dari sebab kebahagiaan dan ketenangan; sebagaimana ia dapat pula mengeluarkan dari bencana, menghilangkan kegalauan dan kegelisahan. Sebagaimana sabda Rasulullah r,</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Siapa yang kontinu beristigfar, Allah akan jadikan pada setiap kegalauannya solusi dan dari setiap kesulitan jalan keluar serta akan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkan.&#8221;</em></p>
<p>[HR.Abu Dawud, Ahmad dan Hakim]</p>
<p> </p>
<p>6. <strong>Kembali kepada Allah dengan berdoa, karena doa dapat menghilangkan kegelisahan dan mengeluarkan dari kesusahan.</strong> Hal ini sebagaimana hadits Abu Sa&#8217;id al-Khudri :</p>
<p>&#8220;Pada suatu hari Rasulullah r masuk masjid. Beliau mendapati seorang lelaki Anshar, yang dipanggil Abu Umamah. Beliau berkata,</p>
<p>&#8220;Wahai Abu Umamah, aku tidak melihatmu duduk di masjid melainkan sedang shalat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kegelisahan dan hutang melilitku, wahai Rasulullah.&#8221; Jawabnya.</p>
<p>&#8220;Maukah aku ajarkan suatu kalimat, jika engkau katakan Allah akan menghilangkan kegelisahanmu dan melunaskan hutangmu?!&#8221; Tawar Rasulullah.</p>
<p>&#8220;Tentu wahai Rasulullah!&#8221; Jawab lelaki itu.</p>
<p>&#8220;Bacalah ketika pagi dan petang:</p>
<p align="right"> </p>
<p>[ Allahumma Inni A'ûdzubika minalhammi walhazan wa a'ûdzubika minal'ajzi walkasal, wa a'ûdzubika minaljubni walbukhl, wa a'ûdzubika min ghalabatiddaini wa qohril rijal ]</p>
<p>Artinya:</p>
<p>&#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari kegelisahan dan kesedihan. Aku berlindung kepadamu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepadamu dari kepengecutan dan kebakhilan. Aku berlindung kepadamu dari dari lilitan hutang dan penindasan orang.&#8221;</p>
<p>[HR.Abu Dawud]</p>
<p>Di antara doa Nabi Musa u kepada Allah agar dilapangkan dadanya, dimudahkan urusannya, dihilangkan kegelisahan dan kesedihannya, sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah I melalui lisan Nabinya:</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Musa berkata: &#8220;Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku.&#8221;</em></p>
<p>(QS.Thâhâ:25-26)</p>
<p> </p>
<p>7. <strong>Mengerjakan sebab-sebab yang dapat membantunya sukses dalam kehidupan lalu bertawakal kepada Allah </strong>. Meminta kepada-Nya agar dapat mencapai  dan memperoleh hasil yang terbaik. <a href="http://murobbisukses.com/2010/01/hukum-sebab-akibat/" target="_blank">Amal dan tawakal </a>adalah dua hal yang saling berkaitan untuk menangkal tekanan jiwa dan efek negatif yang ditimbulkannya. Allah  berfirman,</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.&#8221;</em> (QS. At-Thalaq: 3 )</p>
<p>Siapa yang mencukupkan diri dengan Allah, tidak akan tersesat dan tidak akan celaka selamanya.</p>
<p> </p>
<p>8. <strong>Tidak mengapa meminta bantuan para ahli dari dokter ahli jiwa atau selain mereka</strong>. Terkadang keadaan seseorang terasa begitu menghimpit, ia dikuasai rasa gundah, gelisah, sedih dan merana yang mengakibatkan tekanan pada dirinya. Jika berkonsultasi kepada yang lain, itu akan membantunya membuka pintu penting yang membuka cercahan cahaya dengan izin Allah.</p>
<p> </p>
<p>Ringkas pembicaraan:</p>
<p>Bahwa tekanan jiwa pada akhirnya adalah buatan dan buah amal tangannya sendiri.</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak Menganiaya hamba-hamba-Nya.&#8221;</em> (QS. Ali Imrah: 182 )</p>
<p>Karena timbulnya tekanan jiwa ini merupakan akibat dari kesalahan masa lalu yang bertumpuk dan membesar pada penderitanya. Dia tidak dapat mengolahnya dengan jalan yang benar hingga sampai pada puncaknya. Terasa begitu hebat di dalam diri dan memorak-porandakan harapan serta angan-angannya.</p>
<p>Setiap orang dapat mengalahkan tekanan ini dan menghindari pengaruh negatif yang timbul karenanya ketika sejak semula ia telah siap menghadapi berbagai tantangan yang dihadapinya. Hal itu diperoleh dari <em>pendidikan</em> <em>imaniah</em> (pendidikan keimanan) yang benar bagi generasi putra dan putri di rumah, masjid, sekolah, lembaga-lembaga bimbingan dan pusat-pusat pendidikan.</p>
<p>Karena seorang hamba ketika bergantung kepada Allah I dan dapat merasakan keagungan serta penguasaan-Nya atas sesuatu pada satu sisi, juga merasakan akan kelembutan dan rahmat-Nya terhadap hamba-Nya dari sisi yang lain, dia tidak akan merasa khawatir akan kesulitan dan tantangan, bahkan menjalani dan menghadapinya dengan ketegaran dan kesuksesan.</p>
<p> </p>
<p>Sumber : IslamHouse.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/8-obat-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Begadang</title>
		<link>http://murobbisukses.com/bahaya-begadang/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/bahaya-begadang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 08:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian Islami]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[ 
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.. Amma Ba’du.
Di antara bencana yang menimpa sebagian besar masyarakat pada zaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.. <strong>Amma Ba’du.</strong></p>
<p>Di antara bencana yang menimpa sebagian besar masyarakat pada zaman sekarang ini adalah begadang sehingga akhir malam.</p>
<p>Dari Abi Barzah Al-Aslami ra bahwa Nabi saw tidak suka tidur sebelum isya’ dan mengobrol setelahnya”.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: Sebab tidur sebelum isya’ bisa mengakibatkan seseorang terlambat shalat sehingga keluar waktunya, atau terlambat sampai waktu ikhtiar dan berjaga setelahnya bisa menyebabkan tertidur hingga terlambat melaksanakan shalat subuh atau menyebabkan keterlambatan sampai pada waktu ikhtiar atau terlambat dari qiayamul lail.</p>
<p>Dan Umar Ibnul Khattab ra memukul orang yang suka begadang dan dia mengingatkan: Apakah kalian berjaga pada waktu awal malam dan tidur pada bagian terakhirnya?.<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Di antara keburukan begadang adalah:</p>
<p><strong><span id="more-408"></span>Pertama:</strong> Dapat mengakibatkan keterlambatan menjalankan shalat fajar, sehingga seorang muslim telah menghalangi dirinya dari pahala dan ganjaran Allah dan menjerumuskan diri pada siksa Allah swt. Allah swt berfirman<strong>: </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan</em><em>.</em> QS. Maryam: 59</p>
<p><em>dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya</em><em> </em><em>salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat</em> QS. Al-Isro’: 78<em> </em><em> </em></p>
<p>Dari Jundub bin Abdullah ra bahwa Nabi saw bersabda: <em>&#8220;Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada di dalam jaminan Allah, maka jangan sampai salah seorang di antara kalian dituntut oleh Allah dengan sesuatu yang merupakan jamiananNya. Sesungguhnya orang yang dituntut oleh Allah dengan sesuatu yang merupakan jaminanNya maka dia pasti mendapatkan akibatnya kemudian Dia akan mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam</em><em>”.<a href="#_ftn3"><strong>[3]</strong></a></em></p>
<p>Dari Umaroh bin Rubiyah ra bahwa Nabi saw bersabda: &#8220;<em>Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya</em>”. Maksudnya adalah shalat fajar dan shalat asar.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p><strong>Kedua:</strong> Bisa mengakibatkan seseorang tertidur dari qiyamullail. Allah swt berfirman tentang hamba-hambaNya yang beriman:</p>
<p><em>Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).</em> QS. Al-Dzariyat: 18</p>
<p><em>Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka</em><em> </em><em>berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka</em><em> </em><em>menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada</em><em> </em><em>mereka</em><em>. </em> QS. Al-Sajdah: 16</p>
<p>Dari Sahl bin Sa’d ra berkata: Jibril mendatangi Nabi saw dan berkata: &#8220;Wahai Muhammad hiduplah sekehendakmu sebab engkau mesti mati, dan beramallah sekehendakmu sebab engkau pasti akan dibalas, cintailah siapapun yang engkau kehendaki namun engkau pasti akan meninggalkannya dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mu’min ada pada qiamul lail dan ketinggiannya pada ketidakbutuhannya kepada manusia”.<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p><strong>Ketiga</strong>: <a href="http://murobbisukses.com/2010/03/bagaimana-akhir-kehidupan-kita/" target="_blank">Menyia-nyiakan waktu</a> untuk perkara yang tidak ada manfaatnya , dan masalah waktu ini adalah salah satu perkara yang akan ditanya oleh Allah pada hari kiamat.</p>
<p>Dari Abi Barzah Al-Aslami  ra bahwa Nabi saw bersabda: &#8220;Tidak akan melangkah dua kaki seorang hamba sehingga Allah akan bertanya kepadanya tentang umurnya di manakah dia pergunakan, tentang ilmunya apakah yang dikerjakan dengannya, tentang hartanya dari manakah dia mendapatkannya dan kemanakah disalurkan dan tentang jasadnya untuk apakah dia menghabiskannya”.<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Ini bagi orang yang begadang untuk perkara-perkara yang mubah, adapun orang yang begadang untuk perkara yang diharamkan seperti melihat siaran televisi atau membicarakan keburukan orang lain dari kaum muslimin atau kemungkaran lainnya, maka sungguh dia telah menambah keburukan sebelumnya dengan keburukan menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang dimurkai oleh Allah swt.</p>
<p><strong>Keempat: </strong>Banyak begadang dapat  membahayakan kesehatan.<strong> </strong>Allah swt berfirman:<strong> </strong></p>
<p><em>“Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami</em><em> </em><em>telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya…”. QS. </em>Al-Naml: 86</p>
<p>Dan tidur pada permulaan waktu malam adalah kesempatan yang tidak pernah tergantikan, dan para ulama mengecualikan begadang dalam ketaatan, dan padanya terdapat kemaslahatan syar’I seperti beribadah pada waktu malam atau berda’wah menyerukan manusia kepada Allah, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar atau untuk menuntut ilmu syara’ atau begadang bersama tamu atau istri.</p>
<p>Aisyah ra berkata: Tidak boleh begadang kecuali untuk tiga hal: Orang yang sholat, pengantin atau musafir. Oleh karena itu seharusnya bagi orang yang beriman untuk segera tidur guna menjalankan sunnah serta menghindarkan diri dari bencana begadang dan keburukannya, dan hendaklah seseorang menjaga adab-adab tidur, seperti tidur dalam keadaan suci, selalu membaca zikir-zikir yang disyari’atkan menjelang tidur dan adab-adab lainnya yang telah disebutkan oleh para ulama.</p>
<p>Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<hr size="1" />
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Shahih Bukhari: 1/195 no: 568</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Shahihul Bukhari: 1/195 no: 568</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Shahih Muslim: 1/455 no: 657</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Shahih Muslim: 1/440 no: 634</p>
<p>5 Mustadrokul Hakim: 4/360/361</p>
<p><a href="#_ftnref5"></a></p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Sunan Tirmidzi: 4/612 no: 2417</p>
<p>Sumber : IslamHouse.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/bahaya-begadang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Larangan Meminta-Minta</title>
		<link>http://murobbisukses.com/larangan-meminta-minta/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/larangan-meminta-minta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 10:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[

 
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Wa Ba’du:
Di antara sifat buruk yang dijauhi oleh syara’ adalah meminta-minta kepada manusia, yang dimaksud [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i40.tinypic.com/52mgar.jpg" alt="" width="127" height="121" /></p>
<p style="text-align: left;"><strong><br /></strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: left;">Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. <strong>Wa Ba’du:</strong></p>
<p style="text-align: left;">Di antara sifat buruk yang dijauhi oleh syara’ adalah meminta-minta kepada manusia, yang dimaksud meminta-minta adalah inisiatif seseorang untuk meminta-minta kepada orang lain harta dan segala kebutuhannya pada mereka tanpa ada kebutuhan dan tuntutan yang mendesak, sebab meminta-minta mengandung kehinaan kepada selain Allah Azza Wa Jalla.</p>
<p style="text-align: left;">Allah swt berfirman:</p>
<p style="text-align: left;"><em>273.  (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya Karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.</em> QS. Al-Baqarah: 273</p>
<p style="text-align: left;">Ibnu Katsir berkomentar ketika menafsirkan ayat di atas: Allah berkehendak agar mereka tidak memelas dalam meminta-minta dan mereka tidak memaksa manusia dengan sesuatu yang mereka tidak butuhkan, sebab orang yang meminta-minta padahal dia memiliki sesuatu yang bisa mencegahnya dari meminta-minta maka sungguh dia termasuk orang yang meminta-minta kepada manusia secara memaksa.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-404"></span>Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda:<span style="color: #0000ff;"> Bukanlah orang yang miskin orang yang berkeliling meminta-minta, yaitu orang yang berkeliling kepada orang lain untuk meminta-minta lalu dia ditolak  satu suap atau dua suap atau satu biji korma dan dua biji kurma. Lalu mereka bertanya: Siapakah orang yang miskin tersebut wahai Rasulullah?. Beliau bersabda: Orang yang tidak memilki apa yang mencukupinya dan dia tidak pandai mencari lalu orang-orang bersedeqah kepadanya serta tidak meminta kepada orang lain sesuatu apa pun”</span>.<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align: left;">Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda:<span style="color: #0000ff;"> Barangsiapa yang meminta-minta harta orang lain untuk dikumpulknnya maka sungguh dia telah meminta barak api jahannam, maka hendaklah dia mempersedikitnya atau memperbanykanya”</span>.<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align: left;">Abu Hamid Al-Gozali berkata: Pada dasarnya meminta-minta itu adalah haram, namun dibolehkan karena adanya tuntutan atau kebutuhan yang mendesak yang mengarah kepada tuntutan, sebab meminta-minta berarti mengeluh terhadap Allah, dan di dalamnya terkandung makna remehnya nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada hambaNya dan itulah keluhan yang sebenarnya. Pada meminta-minta terkandung makna bahwa peminta-minta menghinakan dirinya kepada selain Allah Ta’ala dan biasanya dia tidak akan terlepas dari hinaan orang yang dipinta-pinta, dan terkadang dia diberikan oleh orang lain karena factor malu atau riya, dan ini adalah haram bagi orang yang mengambilnya”.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align: left;">Seorang penyair berkata:</p>
<p style="text-align: left;">Orang yang meminta kepada manusia maka mereka akan menolaknya</p>
<p style="text-align: left;">Dan orang yang meminta hanya kepada Allah tidak akan pernah kecewa</p>
<p style="text-align: left;">Seorang penyair yang lain berkata:</p>
<p style="text-align: left;">Janganlah meminta kebutuhanmu kepada Anak Adam</p>
<p style="text-align: left;">Pintalah kepada Zat yang pintuNya tak pernah tertutup</p>
<p style="text-align: left;">Allah marah apabila engkau tidak meminta kepadaNya</p>
<p style="text-align: left;">Sementara anak Adam marah saat meminta kepadanya</p>
<p style="text-align: left;">Dan Nabi saw telah menjelaskan bagi kita orang yang boleh meminta-minta. Dari Qubaishoh ra bahwa Nabi saw bersabda: <span style="color: #0000ff;">Sesungguhnya meminta-minta tidak halal kecuali bagi salah seorang dari tiga golongan: Orang yang menanggung tanggungan hutang, dia halal meminta sehingga menyelesaikan tanggungannya kemudian menahan dirinya, dan seorang lelaki yang ditimpa musibah pada hartnya, dan boleh baginya meminta-minta sehingga dirinya mencapai kemampuan untuk hidup dan seorang yag ditimpa kemiskinan setelah kaya sehingga tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata: Sungguh si fulan telah ditimpa kemiskinan, dan boleh baginya meminta-minta sehingga dia mampu hidup. Selain tiga orang ini wahai Qubaishah, adalah harta haram yang dimakan oleh pelakunya secara haram”</span>.<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p style="text-align: left;">Dari Samuroh bin Jundub ra bahwa Nabi saw bersabda: <span style="color: #0000ff;">“<em>Sesungguhnya meminta-minta sama seperti seseorang menggores wajahnya sendiri kecuali jika dia meminta kepada penguasa atau meminta karena darurat</em>”.<a href="#_ftn6">[6]</a></span></p>
<p style="text-align: left;">Ashan’ani berkata: Adapun meminta kebutuhan kepada penguasa maka hal itu tidak tercela, sebab dia meminta haknya sendiri dari baitul mal (kas Negara) dan seorang penguasa tidak berhak mneyebut-nyebut pemberiannya kepada orang yang meminta sebab dia adalah seorang wakil, kedudukannya sama seperti seseorang yang meminta wakilnya agar dia mengembalikan hak yang masih berada di tangannya.<a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p style="text-align: left;">Dan dia juga berkata: Secar zahir dari  hadits di atas diharamkannya meminta-minta kecuali bagi tiga orang yang disebutkan di dalam hadits riwayat Qubaisah atau peminta-minta itu adalah penguasa.<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p style="text-align: left;">Dan Nabi saw telah menjelaskan standar kaya yang mengharamkan seseorang meminta-minta. Dari Sahl bin Hanzhalah bahwa Nabi saw bersabda: <span style="color: #0000ff;">Barangiapa yang meminta-minta padahal dia memiliki apa yang membuatnya berkecukupan maka sesungguhnya dia memperbanyak meminta neraka jahannam. Para shahabat bertanya: Apakah standar yang menjadikan seseorang berkecukupan?. Rasulullah saw bersabda: Apa yang bisa membuat dia makan dan menyambung hidupnya”.<a href="#_ftn9">[9]</a></span></p>
<p style="text-align: left;">Dan Nabi  saw menjelaskan bahwa suatu pekerjaan sekalipun berat dan upah yang didapatkan darinya sedikit  maka hal itu lebih baik daripada  mengemis.</p>
<p style="text-align: left;">Dari Zubair bin Awwam ra bahwa Nabi saw bersabda: <span style="color: #0000ff;">Sungguh salah seorang di antara kalian memikul kayu bakar di atas punggungnya lalu menjualnya dan Allah menjaga wajahnya dengan hal tersebut dari (meminta-minta) lebih baik baginya daripada mengemis kepada orang lain apakah mereka memberinya atau menolaknya”</span>.<a href="#_ftn10">[10]</a></p>
<p style="text-align: left;">Dan Nabi saw telah menjelaskan bahwa orang yang meminta-minta bukan karena tuntutan dan kebutuhan  yang mendesak maka sungguh dia telah membuka bagi dirinya pintu kemiskianan. Dari Abi Kabasyah AL-Anmari ra bahwa Nabi saw bersabda<em>: <span style="color: #0000ff;">“Tiga kelompok orang aku bersumpah atas mereka, beliau menyebutkan di antaranya : “Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membuka bagi dirinya pintu kefakiran”</span>.<a href="#_ftn11"><strong>[11]</strong></a></em></p>
<p style="text-align: left;">Bahkan Nabi saw telah membai’at sebagaian shahabatnya agar mereka tidak meminta apapun dari manusia.</p>
<p style="text-align: left;">Dari Auf bin Malik ra berkata: <span style="color: #0000ff;">Kita bersama sembilan atau delapan atau tujuh orang di sisi Rasulullah saw. Beliau bertanya: Apakah kalian tidak membai’at Rasulullah saw?”. Padahal kami baru membai’at beliau saw. Kami berkata kepada beliau: “Kami telah membai’atmu wahai Rasulullah saw”. Kemudian beliau bersabda: Apakah kalian tidak membai’at Rasulullah saw?. Auf berkata: Maka kamipun membentangkan tangan kami dan kami berkata “Kami telah membai’atmu wahai Rasulullah saw, pada apakah kami membai’atmu?”. Beliau bersabda: </span><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #0000ff;">Agar kalian menyembah Allah dan tidak  mempersekutukannya dengan sesuatu apa pun dan beliau menyebutkan dengan sebuah kalimat secara rahasia: “dan janganlah kalian meminta apapun kepada manusia”. Maka sungguh aku melihat sebagian mereka apabila cemeti salah seorang mereka terjatuh maka mereka tidak meminta kepada orang lain mengambilka</span>nnya”</span>.<a href="#_ftn12">[12]</a></p>
<p style="text-align: left;">Dari Tsauban ra bahwa  Nabi saw bersabda: <span style="color: #0000ff;">Siapakah yang mau menerima dariku satu perkara dengannya aku memohaon agar diberikan surga. Tsauban berkata: Aku wahai Rasulullah”, Rasulullah saw bersabda: Janganlah engkau meminta apapun kepada manusia”. Perawi berkata: Terkadang cemeti Tsauban terjatuh dan dia berada di atas ontanya namun dia tidak meminta kepada siapapun untuk mengambilkannya akan tetapi dia turun dari kendaraannya lalu mengambil cemeti tersebut”.<a href="#_ftn13">[13]</a></span></p>
<p style="text-align: left;">Dan para shahabat mengambil petunjuk Nabi saw yang mulia dan mereka tidak meminta kepada manusia harta apapun dari manusia.</p>
<p style="text-align: left;">Dari Hakim bin Hizam ra berkata: Aku meminta kepada Nabi saw maka beliaupun memberiku, dan akupun kembali meminta dan beliaupun kembali memberiku lalu aku kembali meminta dan beliaupun tetap memberiku, kemudian beliau bersabda: <span style="color: #0000ff;">Wahai Hakim sesungguhnya harta ini manis dan hijau menggiurkan, maka barangsiapa yang mengambilnya dengan jiwa yang dermawan maka dia akan diberikan keberkahan padanya dan barangsiapa yang mengambilnya dengan jiwa yang ambisi maka dia tidak diberkahi padanya seperti orang yang makan makanan namun dia tidak kenyang dan tangan yang di atas (memberi) lebih baik dari tangan di bawah (penerima). <span style="color: #000000;">Hakim berkata: Wahai Rasulullah: Demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, saya tidak akan meminta kepada seorangpun setelahmu  sehingga aku meninggalkan dunia ini. Maka Abu Bakar ra memanggil Hakim untuk diberiikan sesuatu namun dia enggan menerimanya, kemudian Umarpun memanggilnya untuk diberikan sesuatu namun diapun enggan untuk menerimanya, lalu Umar berkata: Aku mempersaksikan kalian wahai kaum muslimin bahwa sesungguhnya aku telah menawarkan haknya dari harta rampasan perang ini namun dia enggan menerimanya. Maka Hakim tidak pernah meminta dari seorangpun setelah Rasulullah saw sehingga Allah mewafatkannya ra”.<span style="color: #0000ff;"><a href="#_ftn14">[14]</a></span></span></span></p>
<p style="text-align: left;">Dari Abi Sa’id Al-Khudri ra bahwa beberapa orang meminta Nabi saw maka beliaupun memberi mereka lalu mereka kembali meminta kepada beliau dan beliaupun memberinya, kemudian mereka kembali meminta kepada beliau dan beliaupun memberinya, sehingga habislah apa yang ada padanya, lalu beliau bersabda: <span style="color: #0000ff;">Harta apapun yang ada padaku maka aku tidak pernah menyimpannya dari diri kalian, maka barangsiapa yang iffah (menjaga dirinya) maka Allah akan mengkaruniakannya sifat iffah dan barangsiapa yang merasa berkecukupan maka Allah akan memerikan kecukupan baginya, barangsiapa yang berusaha bersabar maka Allah akan memberikan kesabaran baginya dan tidaklah seseorang diberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran”.<a href="#_ftn15">[15]</a></span></p>
<p style="text-align: left;">Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh para shahabatnya</p>
<p style="text-align: left;"> </p>
<p style="text-align: left;"> </p>
<hr style="text-align: left;" size="1" />
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref1">[1]</a> Tafsir Ibnu Katsir: 1/324</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref2">[2]</a> Shahihul Bukhari: 1/457 no: 1476 dan shahih Muslim: 2/719 no: 1039</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref3">[3]</a> Shahih Muslim: 2/720 no: 1041</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref4">[4]</a> Ihya’ Ulumuddin: 4/223</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref5">[5]</a> Shahih Muslim: 2/722 no: 1044</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref6">[6]</a> Sunan Turmudzi: 2/65 no: 681 dan dia berkata: Hadits hasan shahih</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref7">[7]</a> Subulus salam: 1/632</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref8">[8]</a> Subulus salam: 1/636</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref9">[9]</a> Musnad Imam Ahmad: 4/180</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref10">[10]</a> Shahih Bukhari: 1/456 no: 1471</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref11">[11]</a> Sunan Turmudzi: 4/563 no: 2325</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref12">[12]</a> Shaih Muslim: 2/721 no: 1043</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref13">[13]</a> Musnad Imam Ahmad: 5/281</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref14">[14]</a> Shahih Bukhari 1/456 no: 1473 dan shahih Muslim: 1/717 no: 1035</p>
<p style="text-align: left;"><a href="#_ftnref15">[15]</a> Shahih Bukhari: 1/455 dna shahih Muslim: 1/729 no: 1953</p>
<p style="text-align: left;"> </p>
<p style="text-align: left;">Sumber : IslamHouse.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/larangan-meminta-minta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Bersegera Menunaikan Shalat</title>
		<link>http://murobbisukses.com/keutamaan-bersegera-menunaikan-shalat/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/keutamaan-bersegera-menunaikan-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 06:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
 
 
 
 
 
 
Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:
Sesungguhnya di antara karunia yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> <img class="alignleft" title="http://tinypic.com" src="http://i32.tinypic.com/2qkse91.jpg" alt="" width="250" height="200" /></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. <strong>Amma Ba’du:</strong></p>
<p>Sesungguhnya di antara karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada para hamba -Nya adalah Dia memudahkan bagi mereka ketaatan dan ibadah sebagai sarana taqarrub kepada Allah SWT. Di antara bentuk ketaatan dan taqarrub tersebut adalah bersegera berangkat menunaikan shalat lima waktu, di mana Allah SWT menjadikannya lima dalam praktek, namun lima puluh dalam pahala dan balasan.</p>
<p>Bersegara menunaikan shalat adalah ketaatan yang telah banyak dilalaikan oleh masyarakat pada zaman sekarang ini, mereka tidak menghadiri shalat kecuali pada saat iqomah dikumandangkan atau shalat telah mulai.</p>
<p><span id="more-397"></span>Para shalafus shaleh menjadi tauladan yang utama dalam masalah ini, dan mereka sebagai contoh yang paling utama dalam urusan bersegera menuju shalat. Adi bin Hatim RA berkata: Tidak ada waktu yang aku rindukan kecuali masuk waktu shalat dan aku rindu kepadanya dan tidaklah iqomah dikumandangkan sejak diriku masuk Islam kecuali aku dalam keadaan telah berwudhu”.</p>
<p>Sa’id bin Musayyab berkata, “Tidaklah seorang mu’adzin mengumandangkan azannya kecuali aku telah berada di masjid, dan aku tidak pernah teringgal shalat jama’ah satu waktupun sejak empat puluh tahun dan aku tidak pernah melihat tengkuk seorang lelakipun pada waktu shalat”. Adzhaby berakta: Demikianlah perhatian ulama salaf pada kebaikan”.</p>
<p>Keutamaan bersegera dalam menunaikan shalat adalah:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> Istighfar malaikat, bagi orang yang menunggu shalat, maka dia dianggap berada dalam keadaan shalat. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari hadits Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Sesungguhnya malaikat mengucapkan shalawat atas salah seorang di antara kalian selama dirinya berada di tempat shalatnya selama dia tidak berhadats. Malaikat berdo’a: Ampunilah dia, ya Allah berikanlah curahan rahmat Mu kepadanya, salah seorang di antara kalian senantiasa berada di dalam shalatnya selama shalat itulah yang menahan dirinya, tidak ada yang menghalanginya kembali kepada keluarganya kecuali shalat”.<a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a></em></p>
<p><strong>Kedua:</strong> Mendapatkan shaf yang pertama yang memilki keutamaan yang sangat agung dan pahala yang besar. Dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Seandainya manusia mengetahui keutamaan apa yang terdapat pada azan dan shaf yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara saling undi untuk memperebutkannya niscaya mereka pasti mengadakan undian, seandainya mereka mengetahui keutamaan yang terdapat padanya niscaya mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya, dan seandainya mereka mengetahui kelebihan yang terdapat dalam shalat isya’ dan subuh niscaya mereka pasti mendatanginya sekalipun dengan cara merangkak</em>”.<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Mendapatkan takbiratul Ihrom (bersama imam), dan itu adalah takbir yang pertama yang paling utama, sebagai kunci shalat. Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi dari hadits Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Barangsiapa yang mendirikan shalat selama empat puluh hari karena Allah SWT dan dia mendapatkan takbir yang pertama, maka akan ditulis baginya kebebasan, kebebasan dari neraka dan kebebasan dari nifaq”.<a href="#_ftn3"><strong>[3]</strong></a></em></p>
<p><strong>Keempat:</strong> Do’a yang dipanjatkan pada saat antara azan dan iqomah adalah do’a yang mustajab. Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam sunannya dari hadits riwayat Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Do’a antara azan dan iqomah tidak tertolak</em>”.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p><strong>Kelima:</strong> Posisi shalat dekat dengan imam. Ini adalah keutamaan yang sangat besar. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Samurah bin Jundub RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Hadirilah majlis zikir dan dekatlah dengan imam, dan seseorang senantiasa menjauh dari imam sehingga dia ditempatkan pada posisi yang terakhir dari surga sekalipun memasukinya</em>”.<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Bisa melaksanakan sunnah-sunnah qobliyah, seperti qobliyah fajar. Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Dua rekaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya”.<a href="#_ftn6"><strong>[6]</strong></a> </em>Dan Nabi Muhammad SAW shalat sunnah empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya”.<a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam sunannya dari Ummu Habibah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Barangsiapa yang selalu mengerjakan empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya maka Allah akan mengharamkan dirinya atas api neraka”</em>.<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi dari hadits riwayt Ali RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Semoga Allah memberikan rahmat kepada seorang yang shalat sunnah empat rakaat sebelum asar</em>”.<a href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p><strong>Ketujuh:</strong> Hadir ke masjid dengan tenang dan penuh wibawa, sebab berlari menuju masjid seperti yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat akan menghilangkan rasa tenang  dan wibawa itu. Disebutkan di dalam Ashahihaini dari Abi Hurairah bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Apabila kalian telah mendengar iqomah dikumandangkan maka hendaklah kalian berjalan ke masjid, dan hendaklah berjalan dengan tenang dan penuh wibawa, janganlah tergesa-gesa, maka rekaat yang kalian dapatkan mulailah padanya sementara rekaat yang terlewatkan sempurnakanlah”</em>.<a href="#_ftn10">[10]</a></p>
<p><strong>Kedelapan:</strong> Membaca zikir dan istighfar dan berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla di antara azan dan iqomah. Dan seandainya seorang muslim datang ke masjid dengan segera maka paling tidak dia bisa membaca enampuluh ayat, maka berarti dalam satu hari dia bisa membaca seratus ayat, dan di dalam satu minggu tujuh ratus ayat, dan dalam satu bulan tiga ribu ayat, dan ini adalah kebaikan yang cukup besar dan pahala kebaikan membaca Al-Qur’an itu dilipatkan gandakan menjadi sepuluh pahala, bahkan sampai tujuh ratus lipat. Dan Allah SWT melipat gandakan pahala bagi siapapun yang dikehendakinya dan Allah SWT memiliki karunia yang agung.</p>
<p>Semestinya bagi seorang yang beriman untuk membiasakan dirinya agar selalu bersegera berangkat menuju masjid sehingga hal itu menjadi mudah baginya dan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Sa’id bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “<em>Suatu kaum akan senantiasa terlambat sehingga Allah melambatkan mereka”.<a href="#_ftn11"><strong>[11]</strong></a></em></p>
<p>Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<hr size="1" />
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Shahih Bukhari: 1/219 no: 659 dan shahih Muslim: 1/459 no: 649</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Shahih Bukhari: 1/208 no: 615 dan shahih Muslim: 1/325 no: 437</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a>Al-Turmudzi, halaman: 60 no: 241</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Abu Dawud di dalam sunannya, halaman: 81 no: 521</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> AbuDawud: no: 1108</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Shahih Muslim: 725</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Shahih Muslim: no: 424</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Abu Dawud: no: 1269</p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> Al-Tirmidzi: 430</p>
<p><a href="#_ftnref10">[10]</a> Shahih Bukhari: no: 615 dan shahih Muslim: no: 602</p>
<p><a href="#_ftnref11">[11]</a> Shahih Muslim: no: 438</p>
<p> </p>
<p>Sumber : IslamHouse.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/keutamaan-bersegera-menunaikan-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Akhir Kehidupan Kita?</title>
		<link>http://murobbisukses.com/bagaimana-akhir-kehidupan-kita/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/bagaimana-akhir-kehidupan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 22:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[husnul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[sakaratul maut]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[MurobbiSukses.com &#8211; Manusia adalah makhluk kebiasaan, ia melakukan apa yang sudah biasa ia lakukan. Jika ada orang yang mudah sekali untuk sholat shubuh berjamaah di mesjid, berarti ia sudah terbiasa. Jika ada yang rutin tilawah satu juz sehari, berarti dia memang sudah biasa melakukan itu. Ini hanya masalah kebiasaan, biasa atau tidak.
Memulai kebiasaan baik, awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MurobbiSukses.com &#8211; Manusia adalah makhluk kebiasaan, ia melakukan apa yang sudah biasa ia lakukan. Jika ada orang yang mudah sekali untuk sholat shubuh berjamaah di mesjid, berarti ia sudah terbiasa. Jika ada yang rutin tilawah satu juz sehari, berarti dia memang sudah biasa melakukan itu. Ini hanya masalah kebiasaan, biasa atau tidak.</p>
<p>Memulai <a href="http://murobbisukses.com/2009/12/membangun-kebiasaan-tilawah-satu-juz-sehari/" target="_blank">kebiasaan baik</a>, awalnya selalu berat. Memulai kebiasaan baru, hidup baru, sikap baru, pola pikir baru, semuanya memerlukan perjuangan. Tanyakan pada orang yang rutin sholat malam, apakah awalnya mudah untuk bangun malam? Atau mintalah  pada ahli hisab (perokok berat) untuk berhenti merokok. Pastinya tidak mudah dan penuh perjuangan.</p>
<p>Tapi yakinlah, bagaimanapun beratnya memulai kebiasaan baik, itu hanya terjadi pada awalnya. Setelah itu, semuanya akan menjadi mudah dan biasa untuk dilakukan. Bahkan akan aneh rasanya jika tidak mengerjakan kebaikan tersebut. Akan merasa ada sesuatu yang kurang. Sulit untuk meninggalkan sesuatu yang telah menjadi kebiasaan.<span id="more-353"></span></p>
<p><a href="http://murobbisukses.com/2009/10/amal-yang-paling-utama/" target="_blank">Amalan yang disukai Allah</a> adalah amalan yang rutin dilakukan, sesuatu yang telah menjadi kebiasaan, meskipun sedikit. Karena amal yang sudah biasa dirutinkan akan sulit untuk ditinggalkan. Seandainya ia terlalai dari rutinintas kebaikan tersebut, maka ia akan meng-iqob (menghukum) dirinya dengan melakukan kebaikan lain yang lebih besar untuk menggantinya.</p>
<p>Iqob adalah suatu bentuk penyesalan diri terhadap kelalaiannya terhadap rutinitas kebaikan. Sebagai bukti bahwa ia melakukan kelalaian tersebut tanpa disengaja. Serta sebagai bentuk komitmen supaya ia tidak mengulanginya lagi.</p>
<p><strong><em>“Jangan menunda-nunda tanpa melakukan persiapan untuk kematian. Umur kita terlalu singkat. Jadikanlah setiap tarikan nafas adalah udara terakhir yang kita hirup, lalu kematian akan menjemputmu. Kematian seseorang akan terjadi dalam keadaan di mana ia biasa melakukan sesuatu ketika hidup. Dan ketika dibangkitkan di akhirat maka ia juga akan dibangkitkan dalam situasi itu juga.”</em></strong> (Ibnu Quddamah, Mukhtashar Minhajul Qosidin)</p>
<p>Apa yang menjadi kebiasaan kita selama hidup? Apa yang selalu kita lakukan dalam kondisi waktu yang lapang dan tidak ada kesibukan? Semoga Allah memberikan kita akhir hidup yang baik, karena seseorang akan dimatikan sesuai dengan kebiasaan yang dia lakukan.</p>
<p>Sebagaimana seorang Syekh di bawah ini&#8230;</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="405" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/SgKtGFnvOZs&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="405" src="http://www.youtube.com/v/SgKtGFnvOZs&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Wallohu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/bagaimana-akhir-kehidupan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Sholat Shubuh</title>
		<link>http://murobbisukses.com/misteri-sholat-shubuh/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/misteri-sholat-shubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 03:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[orang beriman]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[
Penulis: DR.RAGHIB AS-SIRJANI.
Jumlah Halaman: 152
Jenis Cover: Softcover
Dimensi(L x P): -

SINOPSIS BUKU



Seorang penguasa Yahudi pernah berkata, &#8220;Kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan Shalat Subuh seperti melaksanakan Sholat Jum&#8217;at&#8221;
Dibalik pelaksanaan dua rakaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila di runut bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://sahabatmuslim.com/product_info.php?ref=50&amp;products_id=153&amp;affiliate_banner_id=1"><img class="alignleft" title="Misteri Sholat Shubuh" src="http://sahabatmuslim.com/images/misterisholatsubuh.jpg" alt="" width="100" height="150" /></a><br />
<strong>Penulis: DR.RAGHIB AS-SIRJANI.</strong><br />
Jumlah Halaman: 152<br />
Jenis Cover: Softcover<br />
Dimensi(L x P): -</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>SINOPSIS BUKU</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p>Seorang penguasa Yahudi pernah berkata, <strong>&#8220;Kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan Shalat Subuh seperti melaksanakan Sholat Jum&#8217;at&#8221;</strong></p>
<p>Dibalik pelaksanaan dua rakaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila di runut bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan <a href="http://murobbisukses.com/2009/10/amal-yang-paling-utama/" target="_blank">waktu emas itu</a>. Pernah, suatu ketika mereka terlambat shalat Subuh dalam penaklukan benteng Tstar. &#8216;Tragedi&#8217; ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. <span id="more-329"></span></p>
<p>Yang menarik, Subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum&#8217;Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas petaka pada waktu Subuh-yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid.</p>
<p>Buku ini mencoba menganalisis bahwa <a href="http://murobbisukses.com/2009/11/bahaya-yang-harus-dihindari-dan-hambatan-dakwah/" target="_blank">keterpurukan umat Islam</a> dewasa ini, tak lepas dari akibat diremehkanya shalat Subuh. Bagaimana alur logikanya?</p>
<p>DR.Raghib As-Sirjani mengulasnya tuntas dalam buku ini. Keluasan wawasan sang penulis, ditambah kedalaman pengetahuannya akan nash-nash syar&#8217;i, menyadarkan kepada kita ihwal keistimewaan shalat Subuh yang selam ini kurang banyak dimengerti oleh umat Islam. Tak lupa, beliau tuliskan tips-tips agar mudah melaksanakan shalat subuh.</p>
<p>Bagi yang belum sempat membacanya, di bawah ini saya sediakan Ringkasan <a href="http://sahabatmuslim.com/product_info.php?ref=50&amp;products_id=153&amp;affiliate_banner_id=1" target="_blank">Misteri Sholat Shubuh</a> dalam file Power Point yang bisa Anda download gratis. Entah siapa yang membuatnya, yang jelas isinya sangat bermanfaat. Semoga pahalanya terus mengalir terus untuknya.</p>
<p>Silahkan download <a href="http://www.ziddu.com/download/8634436/MisteriSholatSubuh.pps" target="_blank">di Sini</a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/misteri-sholat-shubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Syurga dan Neraka Tak Pernah Ada</title>
		<link>http://murobbisukses.com/jika-syurga-dan-neraka-tak-pernah-ada/</link>
		<comments>http://murobbisukses.com/jika-syurga-dan-neraka-tak-pernah-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 15:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Keislaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murobbisukses.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[MurobbiSukses.com &#8211; Ada dua hal yang bisa memotivasi manusia untuk melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil sekalipun, yaitu penghargaan dan hukuman. Bahasa kerennya reward and punishment atau stick and carrot. Bahasa Arabnya khouf dan roja.
Ada sebuah cerita menarik tentang reward and punishment. Di suatu kantor, Pimpinan perusahaan melihat kinerja pegawainya semakin menurun. Penjualan rata-rata pegawai tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MurobbiSukses.com &#8211; Ada dua hal yang bisa memotivasi manusia untuk melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil sekalipun, yaitu penghargaan dan hukuman. Bahasa kerennya <em>reward</em> and <em>punishment</em> atau <em>stick</em> and <em>carrot</em>. Bahasa Arabnya khouf dan roja.</p>
<p>Ada sebuah cerita menarik tentang <em>reward</em> and <em>punishment</em>. Di suatu kantor, Pimpinan perusahaan melihat kinerja pegawainya semakin menurun. Penjualan rata-rata pegawai tidak sampai 30 unit per bulan. Akhirnya dia mencoba merangsang motivasi para pegawainya dengan menjanjikan bonus bagi siapa saja yang berprestasi menjual produk lebih dari 100 unit per bulan. Mulai dari <a href="http://murobbisukses.com/ebook-spesial/" target="_blank">bonus uang</a>, kendaraan sampai pergi haji dengan biaya kantor.</p>
<p>Setelah tiga bulan, sang pimpinan mengevaluasi kinerja anak buahnya, dia kecewa karena ternyata tidak ada perubahan yang berarti selama ini sejak kebijakan bonus digulirkan. Saking kecewanya dan marah dia berkata, “Siapa saja yang bulan ini tidak mencapai target penjualan 100 unit, silahkan ambil pesangon di bagian keuangan!”</p>
<p><span id="more-319"></span></p>
<p>Tahukah Anda, ternyata pada bulan itu semua pegawai berhasil mencapai target penjualan 100 unit…</p>
<p align="center">***</p>
<p>Begitulah manusia, ia mampu bergerak dan berbuat lebih jika berada dalam kondisi kepepet. Rasa takut yang ada menjadi sumber motivasi yang melecut dirinya untuk berbuat lebih dan lebih.</p>
<p>Pada hakekatnya setiap manusia memiliki <a href="http://murobbisukses.com/2009/10/10-kepribadian-islam/" target="_blank">kepribadian</a> yang berbeda-beda. Ada orang yang baru dipelototin saja sudah takut karena sadar dirinya salah, ada juga yang dibentak dengan keras tetap tenang-tenang saja <a href="http://murobbisukses.com/2009/12/kedunguan-kasta-vs-komitmen-perjuangan/" target="_blank">tanpa rasa bersalah</a>. Karenanya dua pelecut semangat ini (harapan dan ketakutan) diperlukan setiap orang untuk terus memotivasi dirinya.</p>
<p>Allah azza wa jalla telah mencontohkannya dalam Al Quran, di mana Dia memotivasi hamba-hamba Nya untuk beriman dan beramal shaleh dengan menjanjikan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi. Dia juga menakut-nakuti hamba-hamba Nya dengan Neraka yang panasnya membakar sampai ke ulu hati.</p>
<p>Tidak salah jika kita beramal shaleh karena mengharap ridho dan syurga Nya. Tidak juga keliru jika kita beramal karena takut murka dan neraka Nya. Maka sangatlah aneh jika ada yang betanya, “Jika syurga dan neraka tak pernah ada, masihkah kita sujud kepada Nya?”</p>
<p>Selain roja dan khauf ini, masih ada tingkatan iman yang lebih tinggi. Di mana seorang hamba beribadah tidak semata karena mengharap syurga atau takut neraka, tapi karena <a href="http://murobbisukses.com/2010/01/menjadi-manusia-pembelajar-seumur-hidup/" target="_blank">cintanya</a> kepada Allah. Ia beribadah sebagai bukti cinta dan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang Allah berikan.</p>
<p>Ketika beliau ditanya mengapa masih terus beribadah sampai kakinya bengkak karena lama berdiri qiyamul lail, padahal Allah telah mengampuni dosanya yang lalu maupun yang akan datang.</p>
<p>Beliau saw menjawab, “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murobbisukses.com/jika-syurga-dan-neraka-tak-pernah-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
