
January 27th, 2010

Rama
MurobbiSukses.com- Untuk memahami Al Quran dan hadits, kita memerlukan pengetahuan dan pemahaman tentang bahasa Arab. Sayangnya, mulai dari SD sampai SMU, kita jarang bersentuhan dengan bahasa Arab jika kita bersekolah di sekolah negeri. Sehingga kesannya bahasa Arab itu susah.
Alhamdulillah ada situs yang bisa kita jadikan rujukan untuk belajar bahasa Arab. Di bawah ini adalah materi dari situs tersebut. Silahkan dipelajari, gratis!! Baca Selengkapnya

January 27th, 2010

Rama
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya” “.
[Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976]
Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Qurrah bin ‘abdurrahman dari Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dan sanad-sanadnya ia nyatakan shahih. Tentang Hadits ini ia berkata : “Hadits ini kalimatnya pendek tetapi padat berisi”. Semakna dengan Hadits ini adalah ucapan Abu Dzar pada beberapa riwayatnya: “Barang siapa yang menilai ucapan dengan perbuatannya, maka dia akan sedikit bicara dalam hal yang tidak berguna bagi dirinya”.
Imam Malik menyebutkan bahwa sampai kepadanya keterangan bahwa seseorang berkata kepada Luqman : “Apa yang menjadikan engkau mencapai derajat yang kami saksikan sekarang?” Jawabnya : “Berkata benar, menunaikan amanat dan meninggalkan apa saja yang tidak berguna bagi diriku”.
Diriwayatkan dari Imam Al Hasan, ia berkata : “Tanda bahwa Allah menjauh dari seseorang yaitu apabila orang itu sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna bagi kepentingan akhiratnya”. Ia berkata bahwa Abu Dawud berkata : “Ada 4 Hadits yang menjadi dasar bagi tiap-tiap perbuatan, salah satunya adalah Hadits ini”.
Wallohu a’lam

January 24th, 2010

Rama
Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu ‘anhuma telah berkata : “Aku telah menghafal (sabda) dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu “. (HR. Tirmidzi dan berkata Tirmidzi : Ini adalah Hadits Hasan Shahih)
[Tirmidzi no. 2520, dan An-Nasa-i no. 5711]
Kalimat “yang meragukan kamu” maksudnya tinggalkanlah sesuatu yang menjadikan kamu ragu-ragu dan bergantilah kepada hal yang tidak meragukan. Hadits ini kembali kepada pengertian Hadits keenam, yaitu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya banyak perkara syubhat”.
Pada hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Seseorang tidak akan mencapai derajat taqwa sebelum ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna karena khawatir berbuat sia-sia”.
Tingkatan sifat semacam ini lebih tinggi dari sifat meninggalkan yang meragukan.
Wallohu a’lam

January 21st, 2010

Rama

Rasulullah saw bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (H.R Ibnu Majah)
Dalam Islam dikenal adanya dua macam fardhu, yaitu:
1. Fardhu Ain
Kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim, bahkan bisa menjadi pembeda antara seorang muslim dan kafir, seperti sholat dan zakat. Termasuk juga fardhu ain yaitu membaca Al Quran secara tartil.
2. Fardhu Kifayah
Kewajiban yang harus dilakukan sebagian orang Islam hingga cukup jumlah orang yang melaksanakannya. Jika sudah cukup, maka yang yang lain tidak mendapat dosa jika tidak melaksanakannya. Misalnya mengurus jenazah.
Dalam hadits di atas, Rasulullah saw menjelaskan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya fardhu ain. Maka tidak ada alasan bagi setiap orang yang mengaku muslim untuk terus belajar. Bahkan ayat pertama yang turun adalah perintah untuk membaca, “Iqro!”
Baca Selengkapnya

January 16th, 2010

Rama
MurobbiSukses.com-Dalam hidup ini setiap orang pasti punya masalah. Siapa sih orang yang tidak punya masalah? Hanya saja masalah tiap orang berbeda-beda sesuai kesanggupannya menghadapi masalah tersebut. Pastinya, Allah tidak membebani manusia kecuali sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Dan Allah juga telah menyediakan jalan keluar bagi setiap masalah yang ada. Maka, sudah sepantasnya manusia memohon pertolongan Allah. Sebagaimana perintah Nya, “Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat…”
Sabar bukanlah sikap pasrah menerima nasib tanpa berbuat apa-apa. Sabar merupakan sebuah proses, sikap dan tindakan memaksimalkan usaha untuk mengharap pertolongan Allah. Jika hujan turun dan kita hendak berangkat ke kantor, maka usaha kita mencari payung, jas hujan atau jaket merupakan bukti kesabaran kita. Bukan menunggu hujan reda baru kemudian berangkat, itu namanya pasrah. Baca Selengkapnya

January 5th, 2010

Rama
MurobbiSukses.com- Akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan buku-buku tentang pengembangan diri. Anda pernah menyaksikan film The Secret? Kira-kira hampir semua buku self help mengungkapkan rahasia yang sama, bahwa semuanya dimulai dari pikiran Anda sendiri.
Dalam Islam pun ada hadits qudsi yang mengatakan bahwa Allah sesuai dengan persangkaan hamba Nya. Jika kita selalu berpikir positif, husnu zhon kepada Allah yang mengatur skenario hidup kita, maka hidup ini akan terasa indah dan nyaman.
Arvan Pradiansyah dalam bukunya The 7 Laws of Happiness juga menyatakan bahwa kunci kebahagiaan adalah dengan menjaga pikiran. Akhlak mulia merupakan akibat dari pikiran yang juga mulia. Jika seseorang berpikir optimis, maka segala macam hambatan akan semakin menguatkan jiwanya. Dan ia akan semakin yakin bahwa musibah itu adalah cara Allah mendidik hamba Nya.
Baca Selengkapnya

December 30th, 2009

Rama
Menarik simpati para binaan dalam awal-awal mentoring sangat dipengaruhi oleh kondisi keimanan Anda sebagai murobbi, guru atau pendidik. Dimulai dari kepribadian Anda. Akhlak dan sikap Anda lebih diperhatikan oleh binaan daripada pengetahuan Anda tentang materi yang sedang disampaikan. Lebih penting daripada keahlian Anda berbicara. Bahkan lebih penting daripada apa yang Anda sampaikan. Faktanya, kepribadian Anda menentukan 80% kesuksesan dalam menarik simpati mereka.
Prinsip pertama dalam dakwah adalah al qudwah qobla da’wah, keteladanan sebelum berdakwah. Tegakkan Islam dalam kehidupan pribadi Anda. Warnai hari-hari Anda dengan nilai-nilai keislaman. Jujur dalam kata dan perbuatan. Beramallah kalian, maka Allah, Rasul Nya dan orang-orang yang beriman akan melihat hasil perbuatan kalian.
Baca Selengkapnya